Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 6 Kilometer

- Minggu, 15 Februari 2026 | 03:45 WIB
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 6 Kilometer

MURIANETWORK.COM - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026. Luncuran material vulkanik panas ini tercatat mencapai jarak hingga 6 kilometer ke arah Besuk Kobokan, memicu kepanikan di area sungai namun belum dilaporkan berdampak langsung pada permukiman warga. Status gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini tetap pada Level 3 (Siaga).

Rekaman CCTV dan Kronologi Luncuran

Detik-detik mengerikan luncuran awan panas itu terekam jelas oleh kamera CCTV milik BPBD Lumajang yang dipasang di Desa Oro-Oro Ombo. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada hari itu terjadi tiga kali kejadian awan panas guguran. Luncuran pertama terpantau pada pukul 05.54 WIB, disusul pada 07.50 WIB, dan terakhir sekitar pukul 09.00 WIB.

Getaran yang ditimbulkan dari guguran tersebut cukup kuat, tercatat memiliki amplitudo 22 mm dengan durasi gempa selama 90 detik. Tak lama setelah kejadian, gumpalan asap pekat terlihat membubung tinggi ke arah utara lereng gunung, menandakan besarnya energi yang dilepaskan.

Kepanikan di Area Aliran Sungai

Intensitas guguran yang besar langsung menciptakan situasi mencekam di sekitar aliran Besuk Kobokan. Puluhan penambang pasir yang sedang bekerja di lokasi itu langsung berhamburan menyelamatkan diri, menghindari kemungkinan terjangan material vulkanik panas yang meluncur dari atas.

Meski menimbulkan kepanikan, laporan di lapangan menyebutkan dampak langsung terhadap kawasan hunian warga masih nihil. Hal ini disebabkan lokasi guguran yang relatif jauh dari permukiman. Peningkatan aktivitas ini, menurut analisis PVMBG, dipicu oleh tingginya frekuensi gempa vulkanik dalam yang terekam dalam dua hingga tiga hari terakhir.

Status Siaga dan Langkah Antisipasi

Dengan status Siaga (Level 3) yang masih berlaku, pihak berwenang mempertegas larangan bagi siapa pun untuk beraktivitas di dalam zona bahaya. Radius 5 kilometer dari puncak Semeru serta area sejauh 13 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan dinyatakan sebagai wilayah berisiko tinggi.

Sebagai bentuk kewaspadaan, Tim Reaksi Cepat telah disiagakan di berbagai titik rawan. BPBD Lumajang juga telah mengaktifkan dan menguji sistem peringatan dini berbasis sirine yang dipasang di sepanjang jalur evakuasi.

“Antisipasi kita tetap standby di pos dan memasang sirine. Apabila terjadi APG dengan luncuran jauh, kita nyalakan sirine. Pasukan juga standby di jalur evakuasi untuk membantu warga,” jelas Isnugroho, kepala pelaksana BPBD Lumajang.

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat di sekitar lereng Gunung Semeru diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama menghadapi dinamika gunung api yang masih aktif. Penting bagi warga untuk senantiasa mengikuti informasi dan arahan terbaru dari pihak berwenang, seperti PVMBG dan BPBD setempat, serta menghindari segala bentuk aktivitas di dalam zona bahaya yang telah ditetapkan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar