“Kami juga tadi menyaksikan peresmian jembatan Bailey di Sumatera Barat,” tutur Titiek. Ia tak menyembunyikan rasa harunya. “Itu juga kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Polri yang sudah membangun jembatan ini, sehingga daerah yang terputus bisa tersambung lagi.”
Bagi Titiek, ini bukan sekadar proyek fisik biasa. Jembatan Bailey itu adalah urat nadi. Dengan progres Jembatan Subarang Aia yang nyaris tuntas (90%) dan Jembatan Sawah Laweh yang sudah mencapai 60%, ia yakin dampaknya akan langsung terasa. Perekonomian warga yang sempat mandek, perlahan bisa bergerak lagi.
“Tentunya diharapkan perekonomian akan berkembang lagi di daerah itu,” tambahnya penuh keyakinan. “Sekali lagi terima kasih dan apresiasi untuk Kepolisian Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Sigit sebagai Kapolri.”
Di sisi lain, Titiek berharap kolaborasi seperti ini tak berhenti di sini. Sinergi antara Polri dan pemerintah daerah, menurutnya, kunci utama agar masyarakat terdampak bisa secepatnya beraktivitas normal. Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, sejumlah pejabat tinggi Polri seperti Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan dan Astamaops Komjen Fadil Imran, serta Kapolda dari berbagai wilayah Sumatera. Mereka bersama-sama menyaksikan sebuah upaya konkret yang, meski dimulai dari ruang virtual, dampaknya sangat nyata di lapangan.
Artikel Terkait
Pria Lansia di Banjarmasin Tewas Ditusuk Diduga oleh Adik Iparnya
Pemerintah Terapkan WFH bagi ASN Setiap Jumat Mulai April 2026
Harga Minyak Anjlok Usai Pernyataan Lunak Presiden Iran
Buronan Interpol Bos Mafia Skotlandia Ditangkap di Bandara Bali