Kapolri Apresiasi Ribuan Banser yang Deklarasikan Dukungan agar Polri Tetap di Bawah Presiden

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:20 WIB
Kapolri Apresiasi Ribuan Banser yang Deklarasikan Dukungan agar Polri Tetap di Bawah Presiden

Kapolri pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program-program pemerintah dan mengelola kekayaan alam dengan optimal. Hal ini, ditegaskannya, memerlukan integritas dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap elemen bangsa.

"Kita harus bersama-sama mendukung program pemerintah serta mengelola sumber daya alam yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, dibutuhkan kecakapan, kemampuan, integritas, serta rasa tanggung jawab yang tinggi dari seluruh elemen bangsa," ucapnya.

Komitmen Banser untuk Sinergi dan Kekompakan

Di sisi lain, Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin menyampaikan harapannya agar pelatihan ini mampu mencetak kader yang andal. Ia secara terbuka mengakui bahwa tantangan ke depan, mulai dari dinamika sosial hingga potensi konflik, tidaklah ringan dan memerlukan kekompakan nasional.

"Kita menyadari bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Dinamika sosial, perkembangan teknologi, hingga potensi konflik di tengah masyarakat menuntut kita untuk semakin solid, saling percaya, dan saling menguatkan," ungkap Addin.

Ia menegaskan bahwa Banser dan Polri pada dasarnya memiliki misi yang sejalan, yaitu menjaga keamanan dan persatuan bangsa. Addin memastikan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dengan Polri.

"Banser sebagai garda terdepan dalam menjaga ulama dan kegiatan keagamaan, serta Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, memiliki tujuan yang sama," lanjutnya.

Deklarasi dukungan dan seruan sinergi dalam apel tersebut menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara komponen masyarakat dan institusi negara dalam menjaga keutuhan dan stabilitas nasional di tengah tantangan yang kompleks.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar