Menpora Apresiasi Fasilitas Pusat Pelatihan Paralimpiade Terbaik di Asia Tenggara

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:00 WIB
Menpora Apresiasi Fasilitas Pusat Pelatihan Paralimpiade Terbaik di Asia Tenggara

"Tahap satu sudah berjalan dengan baik. Untuk tahap kedua akan coba kita pikirkan untuk bagaimana bisa diselesaikan agar fasilitas ini terlengkapi," tuturnya.

Lebih dari sekadar pembangunan, Erick menekankan pentingnya sustainability. Ia menyoroti kebutuhan akan sistem perawatan jangka panjang agar kualitas fasilitas bertahan prima. Untuk itu, dibutuhkan terobosan dalam mekanisme administrasi dan kemungkinan kolaborasi dengan pihak swasta.

"Insya Allah dari Kemenpora juga akan bantu untuk biaya perawatan dengan sistem hibah. Semoga ini nanti bisa berjalan dan aset yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara bisa terus menjadi yang terbaik," ungkapnya.

Fokus Menghadapi Tantangan Asian Para Games 2026

Keberadaan PPPI Delingan memiliki konteks yang mendesak. Fasilitas ini menjadi tulang punggung persiapan tim Indonesia menghadapi Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Ajang tersebut menjadi tantangan besar, mengingat prestasi gemilang di ASEAN Para Games 2025 dengan 135 medali emas harus dipertahankan di level Asia.

Saat ini, sekitar 150 atlet dari Pelatnas dan Sentra Khusus Olahraga Disabilitas Indonesia (SKODI) terus berlatih dan berlomba di even-even internasional untuk mengumpulkan poin ranking. Namun, perjalanan ke Nagoya tidak akan mudah. Cabang para catur, yang menjadi penyumbang utama 10 emas di Asian Para Games 2022 di Hangzhou, tidak akan dipertandingkan pada penyelenggaraan tahun 2026 nanti.

Hilangnya cabang andalan ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Pada edisi Hangzhou, kontribusi besar para pecaturlah yang mengantarkan Indonesia finis di posisi lima besar klasemen akhir. Oleh karena itu, tekanan kini berada di pundak cabang-cabang olahraga lain untuk bisa menutupi kekosongan tersebut dan menjaga reputasi Indonesia di panggung olahraga disabilitas Asia.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar