Wawan tidak berhenti di situ. Ia menyampaikan harapan agar upaya positif ini tidak hanya bersifat seremonial belaka. “Harapannya tidak hanya di 500 meter wilayah ini, tetapi bisa berkelanjutan di seluruh kawasan kota agar Lubuklinggau semakin bersih dan sehat,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Ia juga menyelipkan pesan kehati-hatian bagi masyarakat luas. Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai, akan membawa dampak buruk yang terasa dalam jangka panjang, baik bagi ekologi maupun kesehatan masyarakat di hilir.
Dukungan dan Harapan dari Peserta
Antusiasme terlihat dari para peserta yang terlibat langsung. Zikri, salah seorang relawan, mengaku sangat mengapresiasi langkah yang diambil Pertamina. Baginya, kegiatan semacam ini memiliki nilai edukasi yang kuat bagi warga sekitar.
“Lingkungan yang sehat hanya bisa tercipta dari kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan. Semoga kegiatan ini meningkatkan kepedulian masyarakat,” ungkap Zikri, mewakili perasaan banyak peserta.
Dengan terkumpulnya dua ton sampah dalam sekali aksi, terlihat betapa besar pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan. Namun, momentum kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi gerakan yang lebih masif dan berkelanjutan. Tujuannya jelas: membangun budaya peduli lingkungan yang mengakar di tengah masyarakat Lubuklinggau, dimulai dari tepian Sungai Kelingi.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan dan Mutilasi di Kios Ayam Geprek Bekasi
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Tak Naik di April 2026
Belanda Imbang Lawan Ekuador Usai Main dengan 10 Pemain Sejak Menit ke-12
Serangan Udara Israel Guncang Beirut Selatan, Mobil Dihantam Rudal Drone