Dokumen AS Ungkap Kiriman Potongan Kain Kabah ke Jeffrey Epstein

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:05 WIB
Dokumen AS Ungkap Kiriman Potongan Kain Kabah ke Jeffrey Epstein

Arab Saudi punya kendali penuh atas Kiswah. Tapi soal distribusi kain yang sudah tak terpakai, aturannya tidak begitu gamblang.

Ahmed al-Halabi, penulis spesialis haji, menjelaskan pada BBC News Arabic bahwa bagian berhias emas-perak biasanya hanya diberikan kepada kepala negara Muslim atau pejabat tinggi.

tambahnya. Ia juga meragukan keaslian potongan yang disebutkan dalam dokumen DOJ, dan menegaskan bahwa memberi Kiswah pada non-Muslim itu tidak diperbolehkan.

Pendapat serupa datang dari Dr. Simon O'Meara, sejarawan seni Islam di SOAS London. Katanya, Kiswah memang tidak "secara inheren suci", tapi sangat dihormati. "Setelah dilepas, tidak boleh dinodai. Orang tidak boleh menginjaknya," ujarnya.

Jaringan yang Lebih Dalam

Kiswah ini ternyata bukan satu-satunya kiriman dari Saudi untuk Epstein. Sebelumnya, ada juga pengiriman tenda wol tradisional, karpet, hingga perlengkapan rumah tangga lain. Semua ini terjadi setelah Epstein divonis sebagai pelaku kejahatan seksual pada 2008.

Korespondensi dengan nama "Ahmadi" ini berlangsung dari 2016 hingga 2019. Isinya beragam, bahkan menyentuh urusan bisnis dan politik. Epstein terlihat berusaha mempengaruhi kebijakan Saudi, termasuk menentang pencatatan saham publik Aramco, lewat kontak ini.

Nama "Raafat Alsabbagh" juga sering muncul. Dalam email, Epstein menyebutnya sebagai 'penasihat' bagi putra mahkota Saudi. Media resmi Saudi pada 2017 menyebut Alsabbagh sebagai "konsultan di Istana Kerajaan".

Percakapan mereka kadang mengerikan. Dalam satu email, akun bernama Alsabbagh mengirim Epstein tautan berita tentang ratu kecantikan Rusia berusia 17 tahun. Epstein membalas dingin, "Akhirnya Anda mengirimkan sesuatu yang berguna."

Siapa sebenarnya "Aziza al-Ahmadi"? Informasinya terbatas. Dalam satu email 2018, ia meminta nasihat Epstein soal perusahaan "game mobile"-nya. BBC telah mencoba menghubungi Ahmadi untuk dimintai keterangan, tapi belum ada tanggapan. Nama-nama dalam dokumen ini, perlu diingat, bukan bukti kesalahan.

Yang jelas, kasus ini meninggalkan banyak pertanyaan yang mengganjal. Dan dari berbagai penjuru dunia Muslim, kini terdengar seruan agar otoritas Saudi membuka penyelidikan tuntas. Untuk mengungkap bagaimana kain yang menyimpan doa dan air mata jutaan umat, bisa berakhir di tempat yang begitu kelam.

Laporan tambahan oleh Kawoon Khamoosh dari Tim Jurnalisme Reaktif Global.

Editor: Kate Forbes.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar