Pedagang Bandeng di Rawa Belong Raup Omzet Rp15 Juta per Pekan Jelang Imlek

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:20 WIB
Pedagang Bandeng di Rawa Belong Raup Omzet Rp15 Juta per Pekan Jelang Imlek

Untuk memenuhi permintaan yang tinggi, Japri mendatangkan stok bandeng hingga 5 ton per hari. Hingga pertengahan Februari, ia memperkirakan sekitar 3 ton ikan telah laku terjual. "Sekarang sudah keluar sekitar 3 ton," jelasnya.

Harga jual bandeng ditentukan berdasarkan ukuran, dengan sistem penjualan per ekor atau per kilogram. Bandeng ukuran sedang dengan berat sekitar 1,2 hingga 1,3 kilogram dibanderol Rp 60 ribu per ekor. Sementara untuk ukuran jumbo, harga berlaku Rp 75 ribu per kilogram. Japri menegaskan bahwa tawar-menawar harga masih menjadi hal yang wajar di tengah atmosfer pasar tradisional. "Yang biasa kita jual ekoran, sekitar Rp 60 ribu satu ekor. Kalau yang jumbo per kilo Rp 75 ribu. Nego masih boleh, namanya juga pasar," ujarnya.

Kombinasi Pasokan untuk Jaga Keuntungan

Di balik kesibukan melayani pembeli, terdapat strategi bisnis yang cermat. Bandeng yang dijual Japri merupakan campuran hasil tambak dan tangkapan laut. Menurut penuturannya, mengandalkan bandeng laut saja memberikan margin keuntungan yang lebih tipis. Dengan menggabungkan pasokan dari kedua sumber, ia dapat mengelola harga pokok dan menjaga kelangsungan usahanya. "Campur, ada tambak ada laut. Kalau laut semua tipis untungnya. Jadi kita main tambak juga," ungkapnya.

Loyalitas pelanggan dan tradisi tahunan membuat permintaan bandeng selalu stabil tinggi setiap menjelang Imlek. Japri bahkan menyebut stoknya kerap habis total sebelum hari perayaan tiba. "Kalau buat Imlek laku banget di sini. Biasanya sold out," lanjutnya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar