MURIANETWORK.COM - Komando Militer Amerika Serikat mengonfirmasi telah menewaskan tiga orang yang diduga sebagai penyelundup narkoba dalam sebuah serangan di perairan Karibia, Jumat (13/2) waktu setempat. Operasi ini menjadi bagian dari kampanye militer yang telah berlangsung beberapa bulan, yang menurut data resmi Washington, telah menelan korban jiwa setidaknya 133 orang. Operasi yang awalnya berfokus di Karibia ini kini dilaporkan telah meluas hingga ke kawasan Pasifik, memicu perdebatan mengenai dasar hukum dan tujuannya.
Operasi di Laut Karibia
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial, Komando Selatan AS mengklaim keberhasilan operasi tersebut tanpa mengalami korba di pihaknya. Pernyataan itu sekaligus mempertegas narasi pemerintah AS yang menyebut target operasi mereka sebagai "teroris narkoba".
Eskalasi dan Kontroversi Kampanye Militer
Kampanye serangan terhadap kapal-kapal yang dicurigai ini dimulai sejak awal September tahun lalu. Pemerintahan Presiden Donald Trump secara konsisten menyatakan bahwa mereka sedang berperang melawan jaringan penyelundupan narkoba yang diyakini beroperasi dari Venezuela. Puluhan serangan telah dilancarkan dalam kurun waktu tersebut.
Artikel Terkait
Gattuso Mundur dari Kursi Pelatih Italia Usai Gagal ke Piala Dunia 2026
Putin Siap Turun Tangan Redakan Ketegangan AS-Iran, Peringatkan Dampak Global
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji Subsidi Jelang Libur Panjang di Madiun Raya