Ke depan, perusahaan akan mengonsolidasikan dua pilar bisnis utamanya. Joko Noerhudha menegaskan komitmen untuk mengoptimalkan pengembangan layanan pendukung pelabuhan sekaligus pembangunan kawasan pendukung, baik melalui konsep port-led industrial/logistic infrastructure maupun port-cities dynamic.
Visi tersebut bertujuan menciptakan sebuah ekosistem yang tidak hanya terintegrasi, tetapi juga selaras dan mampu bertahan dalam jangka panjang. "Kami berharap, transformasi ini akan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan, pemangku kepentingan, masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekosistem kepelabuhanan dan kawasan pendukungnya di Indonesia," harapnya.
Posisi Strategis dalam Arsitektur Pelindo Group
PT Pelindo Sinergi Lokaseva bukanlah entitas baru. Perusahaan ini merupakan salah satu dari empat subholding strategis PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang dibentuk pasca integrasi besar-besaran Pelindo pada Oktober 2021. Sejak awal, mandatnya telah jelas: mengelola layanan logistik terkait pelabuhan dan mengembangkan kawasan yang terhubung langsung dengan aktivitas pelabuhan.
Dengan fokus yang kini semakin dipertegas, peran perusahaan menjadi krusial dalam mewujudkan ekosistem pelabuhan yang efisien dan berdaya saing. Transformasi ini pada akhirnya ditujukan untuk memperkuat kontribusi terhadap rantai logistik nasional dan menciptakan dampak positif yang luas bagi berbagai pihak.
Artikel Terkait
Buronan Interpol Bos Mafia Skotlandia Ditangkap di Bandara Bali
YLBHI Desak Kasus Penyiksaan Andrie Yunus Ditangani Peradilan Umum, Bukan Militer
Oknum Serka ATP Diduga Jadi Calo Penerimaan Prajurit di Maluku Tengah
WFH Jumat Resmi Berlaku untuk ASN, Sektor Vital Tetap Wajib ke Kantor