"Kita kelola, kita jaga, dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita," ucapnya.
Potensi Besar dan Tantangan Pemerataan
Di kesempatan lain, Prabowo juga pernah mengungkap optimisme terhadap posisi ekonomi Indonesia yang saat ini termasuk dalam sepuluh terbesar di dunia. Dia memproyeksikan dalam satu hingga dua dekade ke depan, perekonomian nasional berpotensi merangking keempat atau kelima terbesar secara global.
Namun, di balik potensi besar itu, tersimpan tantangan mendasar yang tidak boleh diabaikan. Presiden menilai isu pemerataan dan kualitas tata kelola pemerintahan menjadi kunci penentu.
“Masalahnya adalah pemerataan, masalahnya adalah pemerintahan kita, pengelolaan kita, manajemen kita sebagai bangsa, bahwa kita harus mengelola kekayaan kita dengan searif-arifnya, sepandai-pandainya, dan sejujur-jujurnya,” tegas Prabowo dalam suatu pertemuan dengan kepala daerah di Istana Negara akhir tahun 2025.
Pernyataan-pernyataan ini menggarisbawahi sebuah visi yang berimbang: di satu sisi ada optimisme terhadap momentum pertumbuhan ekonomi, di sisi lain ada kesadaran mendalam bahwa fondasi pemerintahan yang baik dan berintegritas adalah prasyarat mutlak agar kemajuan itu dapat dinikmati secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
Artikel Terkait
Buronan Interpol Bos Mafia Skotlandia Ditangkap di Bandara Bali
YLBHI Desak Kasus Penyiksaan Andrie Yunus Ditangani Peradilan Umum, Bukan Militer
Oknum Serka ATP Diduga Jadi Calo Penerimaan Prajurit di Maluku Tengah
WFH Jumat Resmi Berlaku untuk ASN, Sektor Vital Tetap Wajib ke Kantor