Serangan Ukraina Lumpuhkan Listrik Belgorod, 220 Ribu Warga Terdampak

- Jumat, 13 Februari 2026 | 14:40 WIB
Serangan Ukraina Lumpuhkan Listrik Belgorod, 220 Ribu Warga Terdampak

MURIANETWORK.COM - Serangan militer Ukraina terhadap wilayah Belgorod, Rusia, pada Kamis (12/2/2026) menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur listrik. Gubernur setempat, Vyacheslav Gladkov, melaporkan lebih dari 220.000 warga kehilangan pasokan listrik akibat hantaman yang mengenai gardu induk. Upaya perbaikan darurat segera dilakukan, meski diperkirakan memerlukan waktu beberapa jam untuk memulihkan kondisi.

Kerusakan Infrastruktur dan Upaya Penanganan

Insiden ini terjadi di tengah intensitas serangan yang tinggi di wilayah perbatasan. Menurut laporan media pemerintah Rusia, area berpenduduk di Belgorod digempur dengan puluhan drone dan amunisi dalam kurun 24 jam terakhir. Dampaknya tidak hanya pada fasilitas vital, tetapi juga merambah ke permukiman warga, bangunan komersial, dan kendaraan.

Dalam pernyataannya melalui Telegram, Gubernur Vyacheslav Gladkov mengonfirmasi bahwa tim darurat telah dikerahkan ke lokasi.

"Tim darurat sedang bekerja. Pemulihan akan memakan waktu setidaknya empat jam," jelas Gladkov.

Pernyataan Pejabat Rusia tentang Skala Serangan

Kunjungan langsung Wakil Perdana Menteri Marat Khusnullin ke lokasi terdampak memperkuat gambaran tentang besarnya kerusakan. Dia menyebut serangan ini sebagai sebuah tindakan yang mengakibatkan gangguan signifikan pada sistem energi di daerah tersebut.

"Serangan musuh terhadap infrastruktur wilayah ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sistem energi mengalami kerusakan serius akibat gempuran baru-baru ini, yang berdampak terhadap sekitar 78 ribu penduduk Belgorod," ungkap Khusnullin.

Dia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk segera menangani krisis ini.

"Tim Gubernur Vyacheslav Gladkov, lembaga-lembaga federal, dan organisasi penyedia sumber daya sedang melakukan segalanya yang mereka bisa lakukan untuk segera menghilangkan dampaknya," lanjutnya.

Pernyataan pejabat tinggi ini menyiratkan tingkat keparahan insiden yang memengaruhi kehidupan sehari-hari puluhan ribu penduduk, di tengah situasi keamanan yang masih terus bergejolak di kawasan perbatasan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar