Lagi-lagi insiden di laut memicu ketegangan. Otoritas Jepang baru-baru ini menyita sebuah kapal penangkap ikan asal China. Tak cuma itu, sang kapten kapal pun ikut ditangkap. Banyak yang menilai, peristiwa ini bisa memperkeruh hubungan kedua negara yang memang sedang tidak akur.
Menurut sejumlah saksi, kejadiannya berlangsung di lepas pantai selatan Jepang, tepatnya Kamis lalu waktu setempat. Nah, ini terjadi cuma selang tiga bulan setelah PM Jepang Sanae Takaichi mengeluarkan pernyataan keras. Waktu itu, dia bilang negaranya siap turun tangan secara militer kalau China coba-coba merebut Taiwan dengan paksa. Gak perlu ditanya lagi, komentar itu langsung bikin Beijing naik pitam dan hubungan kedua negara pun jadi makin runyam.
Badan perikanan Jepang menjelaskan kronologinya. Mereka bilang, inspektur perikanan sempat memerintahkan kapal itu untuk berhenti dan diperiksa.
“Tapi kapal tersebut gagal mematuhinya dan malah memilih kabur,” begitu bunyi pernyataan resmi mereka yang dilansir AFP, Jumat kemarin.
“Akibatnya, kapten kapal itu akhirnya kami tangkap di hari yang sama,” imbuh pernyataan itu lagi.
Kapten yang ditangkap itu diketahui bernama Zhen Nianli, warga negara China berusia 47 tahun. Kapalnya bernama Qiong Dong Yu. Sementara itu, nasib sepuluh orang lain yang ada di atas kapal masih belum jelas benar statusnya apakah ikut diamankan atau bagaimana.
Pemerintah Jepang sendiri terlihat bersikap tegas. Lewat juru bicaranya, Minoru Kihara, mereka menegaskan komitmen untuk menjaga perairannya.
“Kami akan terus mengambil tindakan tegas untuk mencegah penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing. Aktivitas penegakan hukum akan kami jalankan dengan sungguh-sungguh,” tegas Kihara.
Memang, di atas kertas ini soal penangkapan ikan ilegal. Tapi nuansanya jadi jauh lebih kompleks. Latar belakang ketegangan politik yang sudah memanas beberapa bulan terakhir membuat insiden kecil seperti ini rentan memicu gesekan yang lebih luas. Semua mata kini tertuju, menunggu respons lebih lanjut dari Beijing.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi: Harus Habiskan dari Bumi Indonesia
11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Sementara 15 Juta Penerima Diduga Tidak Berhak
Taman Bendera Pusaka Jakarta 92% Rampung, Ditargetkan Diresmikan Maret
Changan Luncurkan SUV Listrik Deepal S07 Rp 599 Juta di IIMS 2026