Quantum of Solace: Mimpi Buruk Daniel Craig sebagai James Bond
Setelah pensiun dari peran ikoniknya, Daniel Craig kini leluasa mengeksplorasi berbagai karakter baru. Tapi, perjalanannya sebagai agen 007 ternyata meninggalkan kenangan yang tak semua indah. Baru-baru ini, aktor itu dengan blak-blakan membongkar pengalaman terburuknya saat masih memakai jas tuxedo.
Rupanya, film yang paling ia benci adalah Quantum of Solace. Itu adalah penampilan keduanya sebagai Bond, dirilis tahun 2008 dengan sutradara Marc Foster. Bagi Craig, proses pembuatan film itu benar-benar seperti mimpi buruk.
Masalah utamanya? Naskah. Atau lebih tepatnya, ketiadaan naskah yang jelas. Saat itu, produksi harus berhadapan dengan aksi demonstrasi para penulis, yang membuat segalanya mandek.
"Paul Haggis belum menulis naskahnya. Ia cuma datang dan bergabung karena kami tidak punya penulis. Jadi, kami tidak punya naskah," ungkap Craig dalam podcast Hollywood Reporter's Award Chatter.
Craig bahkan merasa film itu seharusnya tak pernah dibuat. Mimpi buruknya semakin menjadi-jadi ketika ia justru dipaksa turun tangan.
"Saya akhirnya menulis banyak bagian dari film itu. Mungkin saya seharusnya tidak mengatakannya, dan saya tidak ingin mendapat penghargaan," tuturnya. "Tidak apa-apa, tapi kami berada dalam kondisi itu karena itu lah yang boleh kami lakukan. Saya diizinkan untuk bekerja."
Kekacauan itu berimbas langsung pada jadwal. Awalnya, Quantum of Solace ditargetkan rilis Mei 2008. Namun, produksi yang lamban memaksa studio menggesernya. Bahkan, sutradara awal, Michell G Wilson, memilih mundur karena naskah tak kunjung jadi.
Neal Purvis dan Robert Wade akhirnya diminta menyelesaikan draf mereka di April 2007. Paul Haggis yang sukses menulis Casino Royale baru bisa mengulik naskah itu bulan berikutnya. Film ini sempat memakai judul kerja Sleep of the Dead sebelum akhirnya diputuskan seperti sekarang.
Di sisi lain, meski akhirnya meraup untung global sekitar 600 juta dolar, reputasi film ini di mata kritikus dan fans payah. Banyak yang menilai Quantum of Solace sebagai film Bond terburuk sepanjang masa.
Menurut Craig, semua kemunduran produksi dan drama penulisan naskah itu terlihat jelas di layar. Film ini mungkin punya adegan aksi yang mengagumkan, tapi sayangnya, itu semua tak didukung oleh tulang punggung cerita yang kuat.
"Ada banyak hal hebat di dalamnya, tetapi itu tidak berhasil dengan baik. Alur ceritanya tidak ada. Dan itu lah pelajaran yang menyedihkan: memulai film tanpa naskah, itu bukan ide yang bagus," pungkasnya.
Jadi, meski sukses secara finansial, pengalaman pahit itu jelas membekas bagi Daniel Craig. Sebuah pelajaran mahal di balik kilauan franchise sebesar James Bond.
Artikel Terkait
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Sebut Ahmad Dhani Sahabat dan Kader Gerindra