“Penindakan dilakukan setelah petugas menerima laporan masyarakat terkait adanya kerumunan yang berpotensi memicu gangguan Kamtibmas. Empat unit sepeda motor, 14 telepon genggam, serta sejumlah botol minuman keras turut diamankan,” tutur Henik.
Bagi sang Komandan, kehadiran personel di lapangan ini bukan sekadar formalitas. Ini komitmen nyata untuk menjaga ruang publik. Dia menegaskan, tak akan ada toleransi untuk hal-hal yang bisa merusak ketertiban.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban, terlebih yang meresahkan warga. Patroli akan terus dilakukan secara konsisten dan terukur,” ujarnya tegas.
Di sisi lain, Henik menekankan betapa pentingnya peran serta masyarakat. Respons cepat terhadap laporan warga, menurutnya, adalah kunci pencegahan dini yang paling efektif. Sinergi ini diharap bisa menekan kejahatan jalanan, tawuran, atau aktivitas negatif remaja di malam hari.
Pesan akhirnya jelas. “Polri mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, khususnya pada jam rawan malam hingga dini hari. Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui layanan Call Center Polri 110 yang aktif 24 jam, guna menjaga situasi Jakarta Timur tetap aman dan kondusif,” pungkas Henik.
Operasi terus berlanjut. Malam-malam berikutnya, patroli yang sama akan menyusuri sudut-sudut kota lainnya, berharap situasi tetap kondusif.
Artikel Terkait
Lelang KPK Raup Rp 10,9 Miliar, Dua HP Bekas Laku Rp 59 Juta Tak Ditebus
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon, DPR Desak Langkah Diplomatik
Mantan Guru Depok Diamankan Usai Sebar Brosur Penawaran Jasa Seks di Pamulang
BMKG Peringatkan Hujan Ringan hingga Petir Melanda Sejumlah Wilayah Hari Ini