Polri punya rencana besar untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Mereka menargetkan pembangunan 10 unit gudang baru tahun ini, yang akan tersebar di delapan Polda. Ini adalah bagian dari komitmen mereka mendukung program yang digariskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kalau target itu tercapai, jumlah total gudang milik Polri bakal melonjak. Saat ini, mereka sudah mengoperasikan 18 gudang di 12 Polda. Dengan tambahan 10 unit, angkanya menjadi 28 gudang. Masing-masing punya kapasitas lumayan besar, yakni 1.000 ton.
Namun begitu, yang lebih ambisius lagi adalah proyek di Polda Metro Jaya. Di sana, Polri sedang membangun sebuah gudang raksasa berkapasitas 10 ribu ton. Harapannya jelas: meningkatkan kapasitas penyimpanan secara signifikan, mempercepat distribusi, dan akhirnya menjaga stabilitas pasokan pangan di berbagai daerah.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa ini bukan akhir dari rencana.
"Ke depan, Polri akan membangun gudang ketahanan pangan di seluruh Polda jajaran," ujarnya dalam program Live Event Metro TV, Jumat (13/2/2026).
Tak cuma gudang utama, Polri juga mengerahkan aset-aset lain. Mereka menyediakan 30 gudang filial yang tersebar khususnya di wilayah Papua, di mana fasilitas Bulog belum ada. Gudang-gudang tambahan ini berasal dari aset Polri sendiri, pemerintah daerah, bahkan ada yang dipinjam dari masyarakat.
Menurut Listyo, kehadiran infrastruktur ini diharapkan memberi efek yang lebih luas.
"Keberadaan gudang-gudang tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas penyimpanan dan distribusi tetapi juga memberikan efek domino yang mendorong tumbuhnya perekonomian yang berkelanjutan," katanya.
Di sisi lain, upaya Polri ternyata lebih komprehensif. Mereka tak hanya fokus pada penyimpanan bahan pangan, tapi juga langsung pada pelayanan gizi masyarakat. Saat ini, Polri telah memiliki 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
Rinciannya, 411 unit sudah beroperasi penuh. Lalu, 162 lagi dalam persiapan operasional, dan 499 unit masih dalam tahap pembangunan. Bahkan, 107 unit di antaranya baru saja memasuki tahap groundbreaking.
"Dan akan selesai Maret 2026," tambah Kapolri soal pembangunan SPPG tersebut.
Dampaknya bisa cukup besar. Kapolri memproyeksikan, jika semua SPPG sudah berjalan, maka manfaatnya akan dirasakan oleh hampir 3 juta orang. Tak hanya itu.
"Dan menyerap 58.950 tenaga kerja," tegasnya.
Intinya, melalui penguatan SPPG dan dukungan infrastruktur gudang pangan, Polri berkomitmen menghadirkan layanan gizi yang aman dan merata. Mereka ingin memperkuat ekosistem pangan dari hulu ke hilir, agar benar-benar berdampak nyata bagi generasi penerus.
Semua ini, seperti ditegaskan Listyo, berangkat dari arahan Presiden.
"Sebagaimana penekanan Bapak Presiden Republik Indonesia dalam Rapim TNI Polri tahun 2026, bahwa kepolisian kita harus jadi polisi rakyat," ucap Kapolri menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Roy Suryo Ajukan Permintaan Penghentian Penyidikan ke Itwasum Polri
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi: Harus Habiskan dari Bumi Indonesia
11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Sementara 15 Juta Penerima Diduga Tidak Berhak
Taman Bendera Pusaka Jakarta 92% Rampung, Ditargetkan Diresmikan Maret