Ia bahkan menyatakan akan menyimak sendiri rekaman-rekaman kritik tersebut. "Insya Allah kita mencapai 80 sekian juta, aku minta (video), biar saya setiap malam bisa saya lihat-lihat, nggak papa, saya bilang apa iya ya? Apa iya saya menghina Bangsa Indonesia?" lanjutnya.
Komitmen Seumur Hidup untuk Indonesia
Lebih jauh, Presiden ke-7 Indonesia itu mengingatkan kembali komitmen panjangnya untuk negara. Sejak mengawali karier sebagai prajurit muda, tekadnya untuk membela tanah air sudah bulat. Kini, di puncak karir politiknya, ia menegaskan bahwa sisa hidupnya hanya ditujukan untuk membangun Republik.
"Dari umur muda letnan dua tidak punya apa-apa, saya siap mati untuk Republik, kok saya sampai hati mau menghina? Tidak. Saya, sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan, membangun Republik Indonesia," tegas Prabowo.
Penegasan tentang prinsip hidupnya ia sampaikan untuk menepis segala tuduhan. Bagi Prabowo, jalan yang ia tempuh adalah jalan kebenaran dan pembelaan terhadap rakyat.
"Ini kehormatan bagi seorang prajurit, mati untuk rakyatnya, masak saya mau menghina? Tapi sudahlah, sekarang kita buktikan bersama, jadi saya terima kasih kepada kepolisian Republik Indonesia," pungkasnya mengakhiri pernyataan terkait hal ini.
Artikel Terkait
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon Selatan
Diplomat PBB Mundur, Klaim Badan Dunia Siapkan Skenario Nuklir untuk Iran
Verifikasi Data 11 Juta Penerima Bantuan JKN Capai 98 Persen
Monas Perpanjang Jam Operasional hingga Pukul 22.00 di Akhir Pekan