Ia bahkan menyatakan akan menyimak sendiri rekaman-rekaman kritik tersebut. "Insya Allah kita mencapai 80 sekian juta, aku minta (video), biar saya setiap malam bisa saya lihat-lihat, nggak papa, saya bilang apa iya ya? Apa iya saya menghina Bangsa Indonesia?" lanjutnya.
Komitmen Seumur Hidup untuk Indonesia
Lebih jauh, Presiden ke-7 Indonesia itu mengingatkan kembali komitmen panjangnya untuk negara. Sejak mengawali karier sebagai prajurit muda, tekadnya untuk membela tanah air sudah bulat. Kini, di puncak karir politiknya, ia menegaskan bahwa sisa hidupnya hanya ditujukan untuk membangun Republik.
"Dari umur muda letnan dua tidak punya apa-apa, saya siap mati untuk Republik, kok saya sampai hati mau menghina? Tidak. Saya, sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan, membangun Republik Indonesia," tegas Prabowo.
Penegasan tentang prinsip hidupnya ia sampaikan untuk menepis segala tuduhan. Bagi Prabowo, jalan yang ia tempuh adalah jalan kebenaran dan pembelaan terhadap rakyat.
"Ini kehormatan bagi seorang prajurit, mati untuk rakyatnya, masak saya mau menghina? Tapi sudahlah, sekarang kita buktikan bersama, jadi saya terima kasih kepada kepolisian Republik Indonesia," pungkasnya mengakhiri pernyataan terkait hal ini.
Artikel Terkait
WFH Setiap Jumat Berlaku untuk ASN, Kecuali Sektor Krusial
Aturan Kewarganegaraan Tunggal Ancam Masa Depan Pemain Naturalisasi di Liga Belanda
Pemerintah Tetapkan WFH Jumat dan Pangkas Perjalanan Dinas Mulai 1 April
Sisca Saras dan NecoMe Jepang Kolaborasi Perkenalkan Hipdut ke Pasar Global