MURIANETWORK.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mempercepat integrasi sektor transportasi. Seruan ini disampaikan melalui pesan video dalam pertemuan tingkat menteri transportasi OKI yang digelar di Istanbul, Jumat (13 Februari 2026). Erdogan menilai, jaringan transportasi yang efisien dan terintegrasi merupakan kunci untuk membuka potensi ekonomi dunia Islam yang selama ini belum tergarap maksimal.
Potensi Geografis yang Belum Tergarap Maksimal
Dalam paparannya, Erdogan menggarisbawahi posisi strategis yang dimiliki negara-negara OKI. Wilayahnya membentang di tiga benua Asia, Afrika, dan Eropa termasuk kawasan Timur Tengah yang vital. Lokasi ini memberikan akses ke koridor alamiah perdagangan, didukung populasi muda yang dinamis dan pasar yang terus bertumbuh.
Namun, menurutnya, keuntungan geografis itu belum sepenuhnya menjadi kekuatan strategis yang nyata. Untuk mencapainya, dibutuhkan upaya kolektif yang konkret.
"Namun, untuk merealisasikan potensi besar ini dan mengubah keuntungan geografis menjadi kekuatan strategis, kita memerlukan jaringan transportasi yang terintegrasi," tegas Erdogan, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.
Dampak yang Melampaui Perdagangan
Erdogan menjelaskan bahwa penguatan konektivitas melalui sektor jalan raya, rel kereta api, pelabuhan, dan bandara akan membawa manfaat berlapis. Selain mendongkrak volume perdagangan antarnegara anggota, infrastruktur yang baik juga akan mempererat interaksi sosial dan pertukaran budaya. Hal ini pada akhirnya memperkuat kohesi dan solidaritas di antara negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Sebagai bukti komitmen dan kemampuan, ia mencontohkan sejumlah proyek infrastruktur besar yang telah diselesaikan Turki. Terowongan Marmaray, Terowongan Eurasia, dan berbagai jembatan strategis disebutkannya sebagai investasi yang tidak hanya untuk dalam negeri, tetapi juga memperkuat rute perdagangan global.
Visi untuk Konektivitas Regional
Lebih dari sekadar proyek nasional, visi Ankara adalah membangun koridor lintas batas. Erdogan secara khusus menyoroti dukungan Turki terhadap Proyek Koridor Tengah Trans-Kaspia Timur-Barat. Proyek ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali semangat Jalur Sutra kuno dengan pendekatan dan teknologi modern.
Pertemuan di Istanbul itu sendiri telah menghasilkan seberapa kesepakatan penting. Para peserta sepakat membentuk peta jalan untuk memperkuat hubungan transportasi, meningkatkan solidaritas di forum internasional, dan menyusun dokumen strategi konektivitas transportasi OKI, di bawah kepresidenan Turki untuk organisasi tersebut.
Erdogan mengingatkan, kesepakatan di atas kertas harus diikuti dengan tindak lanjut yang konsisten. "Ia meyakini komitmen yang ditunjukkan hari ini akan membuka jalan bagi kemajuan ekonomi di masa depan," ungkapnya, menekankan pentingnya kelanjutan pertemuan teknis dan mekanisme pemantauan yang cermat agar semua keputusan dapat diimplementasikan secara efektif.
Artikel Terkait
PGN Pacu Revitalisasi Fasilitas Regasifikasi Muara Karang, Target Rampung Maret 2026
Prabowo Tegaskan: Oknum Bermasalah Ditindak, Institusi Harus Dijaga
Bhabinkamtibmas Dirikan Pesantren Gratis untuk Anak Yatim di Lembang
AHM Gelar Mudik Bareng Honda 2026, Siap Angkut 2.400 Pemudik ke Jateng dan DIY