MURIANETWORK.COM - Sebuah pesawat komersial milik Smart Air menjadi sasaran penembakan di wilayah Boven Digoel, Papua Selatan, pada Jumat (13/2/2026). Insiden tragis ini merenggut nyawa pilot Egon Erawan dan kopilot Baskoro Adi Anggoro. Beruntung, seluruh 13 penumpang yang berada di dalam pesawat dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka-luka.
Kondisi Penumpang Dinyatakan Aman
Setelah kejadian, otoritas segera memastikan keselamatan para penumpang. Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa kondisi mereka baik-baik saja.
"(Penumpang) Tidak ada (yang terluka)," ucap Yusuf kepada awak media. Ia melanjutkan, "Aman-aman saja, sehat-sehat."
Pernyataan ini setidaknya memberikan sedikit kepastian di tengah situasi yang mencekam. Fokus bantuan dan evakuasi dapat dialihkan sepenuhnya untuk menangani korban jiwa dan mengamankan lokasi kejadian.
Rencana Operasi dan Evaluasi Keamanan
Menanggapi insiden yang memilukan ini, aparat keamanan menyatakan akan meningkatkan operasi di wilayah tersebut. Yusuf Sutejo mengindikasikan bahwa operasi besar akan digelar, mengakui bahwa cakupan wilayah Papua membutuhkan pendekatan yang lebih luas.
"Pasti dong, dari dulu juga kita operasi besar cuma Papua ini lebih besar," tuturnya.
Namun, di balik rencana tersebut, terungkap adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat personel di lapangan. Yusuf secara implisit mengakui bahwa penambahan kekuatan merupakan sebuah keharusan dalam konteks keamanan yang kompleks ini.
"Seharusnya (ditambah personel)," pungkasnya.
Pernyataan ini menyiratkan evaluasi mendalam terhadap tantangan operasional yang dihadapi oleh pasukan keamanan di medan yang berat seperti Papua, sekaligus menjadi sinyal pentingnya pendekatan komprehensif untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Artikel Terkait
PGN Pacu Revitalisasi Fasilitas Regasifikasi Muara Karang, Target Rampung Maret 2026
Prabowo Tegaskan: Oknum Bermasalah Ditindak, Institusi Harus Dijaga
Bhabinkamtibmas Dirikan Pesantren Gratis untuk Anak Yatim di Lembang
AHM Gelar Mudik Bareng Honda 2026, Siap Angkut 2.400 Pemudik ke Jateng dan DIY