Antusiasme serupa terlihat dari jajaran pemerintah setempat. Camat Borobudur Subiyanto menilai pelatihan ini sebagai langkah taktis dan strategis yang diharapkan dapat memantik pertumbuhan ekonomi serta mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.
Dukungan juga datang dari sektor swasta. Arung Lusika, Direktur Operasional PT Out of Asia, mengungkapkan bahwa pasar untuk produk anyaman eceng gondok terbuka lebar, bahkan hingga ke mancanegara. Ia berjanji akan mendukung pengembangan produk warga Borobudur agar mampu menembus pasar ekspor.
Ia menambahkan, semangat peserta di Borobudur terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi pelatihan serupa di daerah lain seperti Banyumas dan Wonosari sebelumnya.
Tidak Hanya Anyaman: Kunjungan ke Sentra Usaha Lokal
Rangkaian kunjungan Wamensos tidak berhenti di pelatihan anyaman. Agus Jabo juga menyempatkan diri melihat langsung kinerja rumah produksi sablon 'Karyaku' di Desa Karanganyar yang telah mendapat bantuan dua mesin dari Kemensos.
Di tempat itu, ia menerima kaos hasil karya warga setempat sebagai cendera mata. Salah satunya bergambar karikatur wajahnya sendiri, sementara yang lain bergambar Pangeran Diponegoro. Dengan spontan, Agus Jabo langsung mengenakan kaos bergambar pahlawan nasional itu.
Kunjungan kerja ini menutup dengan optimisme, di mana dukungan pemerintah dan potensi lokal diharapkan bersinergi menciptakan lapangan penghidupan yang berkelanjutan bagi warga.
Artikel Terkait
Buronan Interpol Bos Mafia Skotlandia Ditangkap di Bandara Bali
YLBHI Desak Kasus Penyiksaan Andrie Yunus Ditangani Peradilan Umum, Bukan Militer
Oknum Serka ATP Diduga Jadi Calo Penerimaan Prajurit di Maluku Tengah
WFH Jumat Resmi Berlaku untuk ASN, Sektor Vital Tetap Wajib ke Kantor