BTN Housingpreneur 2025: Ajang Kolaborasi Wujudkan Hunian Masa Depan yang Cerdas dan Terjangkau
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menghadirkan kompetisi tahunan, BTN Housingpreneur 2025. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan kebutuhan rumah di Indonesia dengan menggalang inovasi dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, arsitek, pengembang, hingga masyarakat umum.
Ramon Armando, Corporate Secretary BTN, menegaskan komitmen bank dalam menciptakan ekosistem perumahan yang inovatif. "Kami membuka peluang bagi siapa saja untuk mengembangkan ide hunian yang fungsional, ramah lingkungan, berbasis teknologi, dan yang terpenting, dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.
Tema BTN Housingpreneur 2025: Housing for Nation: Smart, Green, Inclusive
Kompetisi BTN Housingpreneur 2025 mengusung tema Housing for Nation: Smart, Green, Inclusive. Tema ini mendorong terciptanya solusi perumahan yang tidak hanya cerdas secara teknologi tetapi juga berkelanjutan dan inklusif. Melalui roadshow yang digelar, BTN aktif menjaring ide-ide segar, termasuk dari kota Surabaya, untuk melahirkan terobosan di sektor hunian.
Rahmayati, Human Capital Management Division Head BTN, menambahkan bahwa ajang ini merupakan wujud nyata komitmen BTN dalam membangun industri perumahan. "Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk generasi muda seperti mahasiswa, sangat krusial untuk mewujudkan rumah terjangkau bagi rakyat Indonesia," jelas Rahmayati.
Kategori Kompetisi dan Total Hadiah Menggiurkan
BTN Housingpreneur 2025 terbuka untuk beberapa kategori dengan total hadiah yang disediakan mencapai Rp 1,5 miliar. Kompetisi ini tidak hanya mencari ide brilian tetapi juga membuka pintu jejaring ekosistem perumahan, mempertemukan ide kreatif dengan industri dan peluang pasar properti yang nyata.
Kinerja BTN: Pertumbuhan Kredit Perumahan yang Kuat
Di sisi kinerja operasional, BTN mencatatkan laba bersih yang tumbuh hingga Rp 2,3 triliun pada kuartal III 2025, atau meningkat 10,6% secara tahunan. Sektor penyaluran kredit perumahan juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 6,4% menjadi Rp 322,53 triliun.
Khusus untuk KPR bersubsidi (FLPP), BTN membukukan penyaluran senilai Rp 186,58 triliun, tumbuh 8,0%. Sementara itu, KPR non-subsidi juga tumbuh pesat sebesar 7,3% menjadi Rp 111,33 triliun, mengindikasikan daya beli masyarakat yang tetap kuat di sektor properti.
Artikel Terkait
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 per Dolar AS Akhir Juni Akibat Tekanan Geopolitik dan Suku Bunga The Fed
BCA Bagikan Dividen Interim Rp20 per Saham pada Kuartal II 2026
Harga Emas Batangan di Pegadaian Variatif, Antam Rp2,848 Juta per Gram
SCG Chemicals Lepas 11,8 Miliar Saham Chandra Asri, Raup Rp13,7 Triliun