Ekspansi ritel PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) di tahun ini tetap jalan. Fokusnya? Pembukaan toko gadget, terutama smartphone. Itu yang ditegaskan Deputy CEO Erajaya Group, Hasan Aula, Kamis (12/2/2026) lalu.
Memang, jumlah pastinya nggak disebut. Tapi Hasan bilang, pembukaan gerai akan mencakup berbagai kategori. Hanya saja, porsi terbesarnya tetap untuk segmen gadget.
“Yang paling banyak akan kami buka tetap gerai smartphone,” katanya.
Strategi ini jelas punya alasan. Ponsel kini jadi penyumbang penjualan utama bagi perusahaan. Di tengah gempuran transformasi digital, gadget sudah dianggap bukan barang mewah lagi. Bukan sekunder, melainkan kebutuhan pokok.
“Gadget itu sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Orang sulit menghindari kebutuhan itu,” imbuhnya.
Nah, soal prospek ke depan, manajemen punya analisis sendiri. Mereka melihat kuartal I/2026 ini relatif kuat. Kenapa? Karena ada rangkaian momen musiman yang beruntun. Tahun Baru, Imlek, Ramadan, sampai Lebaran yang berdekatan. Semuanya diprediksi bakal mendongkrak belanja masyarakat.
Tapi jangan senang dulu. Tantangan justru diperkirakan muncul di kuartal II nanti. Minimnya momen spesial, ditambah kebutuhan dana untuk pendidikan anak jelang tahun ajaran baru, berpotensi bikin orang mikir dua kali untuk belanja.
“Kuaral II nanti yang mungkin challenge. Tidak ada event besar, sementara orang juga butuh dana untuk sekolah,” ujar Hasan.
Menyikapi itu, perseroan nggak tinggal diam. Berbagai program promosi dan kerja sama sedang disiapkan. Tujuannya satu: menjaga daya beli dan trafik penjualan agar nggak jeblok.
Sebelumnya, Amelia Allen, Head of Legal Counsel & Corporate Affairs Erajaya Group, juga sempat angkat bicara. Dia meyakini momentum Imlek 2026 bakal jadi sentimen awal yang bagus untuk kinerja kuartal I. Apalagi pola konsumsi masyarakat sekarang dinilai lebih stabil.
Belum lagi, jarak Imlek dan Ramadan yang dekat tahun ini jadi katalis tambahan. Aktivitas belanja diprediksi nggak langsung turun usai Imlek, tapi berlanjut sampai Ramadan. Alhasil, stabilitas penjualan sepanjang kuartal I punya peluang terjaga.
Di sisi lain, laporan keuangan sampai September 2025 menunjukkan penjualan bersih ERAA naik 7,72% year-on-year jadi Rp 52,36 triliun. Kontributor terbesarnya, ya segmen telepon selular dan tablet, yang mencatatkan Rp 40,87 triliun.
Meski penjualan naik, ada catatan lain. Laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk justru turun tipis, 0,7%, menjadi Rp 785,57 miliar. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
Pemuda Muhammadiyah Dukung Penuh Polri Tetap di Bawah Presiden
Kabareskrim Perketat Pengawasan Pangan Jelang Ramadan 2026
Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Dukung Program Makan Bergizi dan Ketahanan Pangan
Arab Saudi Tinjau Ulang Vision 2030, Skala Proyek Raksasa Dipangkas