MURIANETWORK.COM - Polda Sumatra Utara (Sumut) mencatat lebih dari 10 ribu penindakan pelanggaran lalu lintas dalam sepuluh hari pertama Operasi Keselamatan Toba 2026. Operasi yang berlangsung sejak 2 Februari itu bertujuan menekan angka kecelakaan dengan pendekatan edukasi dan penegakan hukum secara profesional.
Rincian Penindakan Selama Sepuluh Hari
Hingga Rabu, 11 Februari 2026, akumulasi penindakan yang tercatat telah mencapai 10.667 kasus. Rinciannya meliputi penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebanyak 1.692 kasus, non-ETLE 604 kasus, hingga teguran langsung yang mencapai 8.265 kasus. Selain itu, operasi juga menjaring 17 kasus travel ilegal dan 89 kasus pelanggaran muatan atau over dimension over loading (ODOL).
Kombes Pol Ferry Walintukan, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, menegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan secara proporsional. "Penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional, khususnya terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas," jelasnya di Medan.
Fokus pada Edukasi dan Pencegahan
Meski tegas dalam penindakan, operasi ini justru lebih mengedepankan aspek pencegahan. Ferry Walintukan menyatakan bahwa pendekatan preemtif dan preventif melalui sosialisasi menjadi prioritas. Untuk itu, Polda Sumut mengerahkan total 2.023 personel yang tersebar di jajaran kepolisian se-provinsi untuk mengawasi dan mengedukasi pengguna jalan selama operasi yang berlangsung hingga 15 Februari 2026.
"Kami terus mengintensifkan upaya edukasi, sosialisasi, serta pengawasan di lapangan guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas," ungkapnya.
Ajakan untuk Keselamatan Bersama
Di akhir penjelasannya, Ferry Walintukan kembali mengingatkan bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kolektif. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya pengendara di Sumatera Utara, untuk aktif berperan dalam menciptakan keamanan lalu lintas.
"Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk terus mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan karena keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.
Artikel Terkait
Banjir Bandang Terjang Desa di Bogor, Satu Mobil Terseret Arus
Inklusi Keuangan Syariah di Indonesia Baru Capai 13,41 Persen, Payung Hukum Dinilai Mendesak
Satgas Pangan Laporkan Penurunan Harga Pokok Usai Operasi Pengawasan Masif
Food Station Perkuat Stok dan Gelar Pasar Murah Harian Antisipasi Lonjakan Ramadan 2026