Asap sudah sirna, tapi masalahnya belum. Kebakaran hebat yang melalap gudang PT Biotek Saranatama di Setu, Tangerang Selatan, Senin lalu, ternyata meninggalkan jejak yang jauh lebih kelam. Tak cuma kerugian materi, peristiwa yang membutuhkan tujuh jam dan dua truk pasir untuk dipadamkan itu telah mencemari aliran Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane.
Yang terbakar bukan barang sembarangan. Sekitar 20 ton pestisida ikut musnah, dan sisa-sisa kimianya mengalir ke sungai. Akibatnya, air yang semula jernih berubah warna jadi putih pekat. Yang lebih memilukan, banyak ikan mati mengambang, jadi penanda awal betapa seriusnya pencemaran ini.
Di sisi lain, pemerintah kota tak tinggal diam. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, memastikan bahwa pasokan air bersih untuk warga masih dalam kondisi aman. Meski begitu, langkah antisipasi ekstra tetap dijalankan.
"Pemerintah Kota telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola air bersih, untuk memastikan keamanan distribusi," jelas Benyamin pada Rabu (11/2).
"Sebagai langkah antisipasi, terdapat pengalihan atau penyesuaian teknis di titik pengambilan air yang sekiranya berdekatan dengan area terdampak. Tujuannya satu: memastikan air yang lewat perpipaan sampai ke rumah warga tetap memenuhi standar kesehatan," tambahnya.
Soal teknis itu penting, tapi respons di lapangan juga tak kalah krusial. Untuk mengantisipasi kelangkaan, Pemkot Tangsel sudah menyiagakan sejumlah tanki air bersih.
"Langkah-langkah yang sudah dan sedang disiapkan meliputi siaga tanki air. Jika ada wilayah yang terdampak langsung, Dinas Perkimta bersama BPBD siap menyuplai kebutuhan warga secara gratis," pungkas Benyamin.
Nah, upaya darurat itu tentu membantu. Namun begitu, pertanyaan besarnya tetap menggantung: bagaimana pemulihan jangka panjang untuk sungai yang sudah tercemar itu? Investigasi penyebab kebakaran dan tanggung jawab pemulihan lingkungan masih terus berjalan, sementara warga di sekitar aliran Cisadane hanya bisa berharap air mereka kembali seperti sedia kala.
Artikel Terkait
DPR Dukung Rencana Pengiriman 8.000 Prajurit TNI ke Gaza untuk Misi Perdamaian
Pendaftaran Pimpinan Baru OJK Dibuka, Politikus Diperbolehkan dengan Syarat
KPAI Soroti Dugaan Pelanggaran UU Perlindungan Anak dan UU TPKS oleh Guru di Jember
Pilot dan Kopilot Tewas Ditembak Usai Pesawat Mendarat di Bandara Papua