Sistem Seleksi Terbuka dan Berjenjang
PB ORADO menerapkan sistem piramida yang ketat dan transparan. Setiap atlet harus menempuh jalan yang sama: menjadi juara di tingkat kabupaten/kota untuk melaju ke Kejurprov. Selanjutnya, hanya pemenang di tingkat provinsi yang berhak mewakili daerahnya di ajang puncak, Kejurnas ORADO 2026.
Pertarungan tingkat nasional tersebut rencananya akan digelar pada 11–12 April 2026, mempertemukan bakat-bakat terbaik hasil penyaringan ketat dari seluruh daerah.
Fokus pada Pembinaan Berkelanjutan
Di balik struktur kompetisi yang kompetitif, PB ORADO menekankan bahwa tujuan utama adalah pembinaan jangka panjang. Organisasi tidak ingin kegiatan ini sekadar menjadi ajang seremonial belaka, melainkan bagian dari ekosistem pengembangan atlet yang sistematis.
Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi atau yang akrab disapa Jhon LBF, menyampaikan hal ini. "Kami mendorong seluruh pengprov dan pengcab untuk menjadikan kejurcab dan kejurprov sebagai bagian dari pembinaan atlet yang berkesinambungan, bukan sekadar kompetisi," ujarnya.
Untuk memastikan kualitas dan integritas proses, PB ORADO akan melakukan koordinasi serta pemantauan intensif selama setiap tahap kejuaraan berlangsung. Upaya ini diharapkan dapat menjaga konsistensi penerapan regulasi, nilai sportivitas, dan tata kelola yang baik di semua level, sehingga Kejurnas nantinya benar-benar diisi oleh atlet-atlet pilihan terbaik Indonesia.
Artikel Terkait
Gus Salam Desak Negara Kuasai SDA Strategis dan NU Segera Berbenah
Surabaya Gelar Festival Industri dan Tenaga Kerja untuk Dongkrak Ekspor dan Serap Pengangguran
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga Empat Meter, Berlaku hingga 1 April
Rano Karno Ungkap Rencana Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII