Sebelumnya, riuhnya dimulai dari sebuah video. Dalam acara yang digelar Kadin, Purbaya menyoroti fakta bahwa galangan kapal dalam negeri belum menerima pesanan, padahal anggaran dari Kemenkeu disebut sudah turun. Trenggono pun tak tinggal diam.
Lewat unggahan Instagram pribadinya, @swtrenggono, Selasa (9/2), ia balik menantang. “Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan,” tulisnya.
Trenggono kemudian memberikan penjelasan yang lebih rinci. Proyek kapal ini, katanya, dibiayai dari skema kredit luar negeri pemerintah Inggris. Bukan dari anggaran murni.
“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,” tegasnya.
Jadi, ada kesenjangan informasi di sini. Di satu sisi, Menkeu heran karena tak ada realisasi di galangan. Di sisi lain, Menteri KP menyatakan bahwa alur dananya berbeda, berasal dari pinjaman Inggris yang prosesnya tentu tak semudah membalik telapak tangan. Pertukaran pernyataan ini menyisakan tanda tanya: kapan pesanan kapal itu benar-benar akan terwujud?
Artikel Terkait
Studi UI: Krisis Selat Hormuz 2026 Berdampak Asimetris pada BUMN, Ada yang Tertekan Ada yang Diuntungkan
Anggota DPRD Palembang Dukung Pembatasan Akun Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026 di GBK
TNI AU Gelar Bakti Sosial, Berikan Kaki Palsu Gratis di Yogyakarta