Di sela-sela rapat dengan pimpinan DPR di Senayan, Rabu (10/2/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara. Ini menanggapi pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menyanggah soal anggaran kapal yang katanya sudah cair. Purbaya terlihat santai, tapi nada bicaranya jelas.
“Oh saya nggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak,” ujarnya, usai rapat. “Saya cuman cek kan ke galangan, ada nggak yang di-order? ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana.”
Ia mengangkat bahu. “Mau dibikin kapan saya nggak tahu. Ya udah.”
Menurutnya, data yang ia terima bisa saja keliru. Namun begitu, Purbaya menekankan satu hal: urusan pinjaman, sekalipun dari luar, tetap harus melewati Kementerian Keuangan. “Yang betul Pak Trenggono mungkin saya datanya salah. Tapi sebagian katanya uangnya pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga,” jelas dia.
Soal besaran angka pinjamannya, Purbaya mengaku belum tahu pasti. “Saya nggak tahu angkanya berubah-ubah terus,” katanya. Yang penting, menurutnya, program pembuatan kapal itu harus segera dieksekusi. “Yang penting gini, ketika ada program tadi pembuatan kapal, cepat dilanjutkan ke bawah, itu aja.”
Sebelumnya, riuhnya dimulai dari sebuah video. Dalam acara yang digelar Kadin, Purbaya menyoroti fakta bahwa galangan kapal dalam negeri belum menerima pesanan, padahal anggaran dari Kemenkeu disebut sudah turun. Trenggono pun tak tinggal diam.
Lewat unggahan Instagram pribadinya, @swtrenggono, Selasa (9/2), ia balik menantang. “Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan,” tulisnya.
Trenggono kemudian memberikan penjelasan yang lebih rinci. Proyek kapal ini, katanya, dibiayai dari skema kredit luar negeri pemerintah Inggris. Bukan dari anggaran murni.
“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,” tegasnya.
Jadi, ada kesenjangan informasi di sini. Di satu sisi, Menkeu heran karena tak ada realisasi di galangan. Di sisi lain, Menteri KP menyatakan bahwa alur dananya berbeda, berasal dari pinjaman Inggris yang prosesnya tentu tak semudah membalik telapak tangan. Pertukaran pernyataan ini menyisakan tanda tanya: kapan pesanan kapal itu benar-benar akan terwujud?
Artikel Terkait
Pemerintah Luncurkan Subsidi Tiket Mudik Lebaran 2026, Diskon hingga 100%
Pendaftaran KIP Kuliah Jalur SNBP 2026 Dibuka, Berakhir 18 Februari
Indonesia Siapkan Bidding Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
Polri Dukung Target Pemerintah: Indonesia Zero Kendaraan ODOL pada 2027