Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Cemari Sungai, Warga Dilarang Konsumsi Ikan

- Rabu, 11 Februari 2026 | 08:15 WIB
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Cemari Sungai, Warga Dilarang Konsumsi Ikan

MURIANETWORK.COM - Sebuah gudang penyimpanan pestisida di kawasan Setu, Tangerang Selatan, ludes dilalap siang pada Senin (9/2) pagi. Kebakaran yang diduga berasal dari gangguan listrik itu tidak hanya menghabiskan puluhan ton bahan kimia berbahaya, tetapi juga memicu insiden pencemaran lingkungan. Air bekas pemadaman yang mengandung residu pestisida mengalir ke Sungai Jaletreng, mengubah warna perairan dan mematikan ikan, sehingga pihak berwenang mengimbau warga tidak mengonsumsi hasil tangkapan dari sungai tersebut.

Pemadaman yang Berlangsung Tujuh Jam

Api pertama kali terlihat berkobar sekitar pukul 04.30 WIB. Untuk mengatasi kobaran api di gudang seluas satu lantai itu, petugas harus mengerahkan sumber daya besar. Sebanyak 15 unit kendaraan pemadam beserta 75 personel dikerahkan ke lokasi kejadian. Sifat bahan yang terbakar, yaitu pestisida dalam bentuk cair dan bubuk, membuat proses pemadaman menjadi sangat sulit.

Petugas akhirnya harus menggunakan metode khusus, termasuk menimbun area dengan pasir dari dua truk, untuk benar-benar menghentikan nyala api. Upaya keras itu baru berhasil setelah pertarungan melawan api berlangsung selama kurang lebih tujuh jam.

Dampak Lingkungan yang Mengkhawatirkan

Dampak dari insiden ini langsung terasa di lingkungan sekitar. Aliran Sungai Jaletreng yang berbatasan dengan lokasi kejadian berubah warna menjadi putih pekat. Perubahan drastis ini disebabkan oleh aliran air bekas operasi pemadaman yang telah tercampur dengan sisa-sisa bahan kimia dari gudang yang terbakar.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar