"Kami minta warga memantau kondisi air sumurnya. Perhatikan bau atau warnanya. Kalau ada perubahan yang mencurigakan, segera laporkan ke kelurahan atau kanal aduan resmi," katanya.
Sementara itu, proses penanganan dampak lingkungan terus berjalan. Hasil uji laboratorium terhadap sampel air sungai yang terkontaminasi masih ditunggu. Menurut Benyamin, ini butuh ketelitian ekstra.
"Parameter yang diperiksa kompleks, melibatkan bahan kimia pestisida. Butuh waktu beberapa hari untuk hasil yang akurat. Tim DLH masih terus memantaunya," tuturnya.
"Begitu hasil resmi keluar, akan kami sampaikan ke publik. Transparansi ini penting agar tidak ada kekhawatiran yang berlebihan," imbuh dia.
AKP Dhady Arsya dari kepolisian sebelumnya telah mengonfirmasi keterkaitan antara warna putih di sungai dengan kebakaran gudang tersebut. Pihaknya masih menyelidiki insiden lebih lanjut.
Artikel Terkait
LRT Sumsel Angkut Lebih dari 213 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2026
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata
Thailand dan Iran Sepakati Jaminan Keamanan untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 53 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Jakarta