"Kita sudah ambil sampel dari sungai, dan akan dibawa ke Pusat Sarana Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusarpedal) untuk dites baku mutu-nya," jelas Diaz. Tujuannya jelas: mengukur tingkat kerusakan. "Agar kita tahu sejauh apa pencemaran yang terjadi. Sebahaya apakah pencemaran ini," tambahnya.
Tak cuma sampel air dan limbah yang diambil. Tim penegakan hukum juga dikerahkan untuk mendalami kasus ini lebih jauh. Semua bukti sedang dikumpulkan dan dipelajari. Pertanyaan besarnya: apakah pencemaran ini murni dari bahan pestisida atau ada sumber lain dari lokasi kejadian?
Sebelumnya, keterangan dari pihak kepolisian sudah mengonfirmasi kaitan antara kebakaran dan sungai yang memutih. AKP Dhady Arsya membenarkan bahwa kejadian itu adalah efek dari kebakaran di kawasan pergudangan Taman Tekno.
"Betul. Akibat dari kebakaran di pergudangan Taman Tekno,"
kata Dhady, Senin lalu. Sekarang, semua mata tertuju pada hasil uji lab dari Pusarpedal untuk menentukan langkah-langkah pemulihan berikutnya.
Artikel Terkait
Gangguan Ginjal Kronis Kini Serang Kaum Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Polres Tapin Panen Perdana Jagung dari Lahan Tidur Milik Polri
LCP 2026 Split 2 Dimulai 4 April, Dua Tiket ke MSI Diperebutkan