Sloviansk, yang pernah menjadi episentrum konflik pada 2014, kembali merasakan dahsyatnya perang. Kota dengan populasi sebelumnya sekitar 100.000 jiwa ini kini berada dalam jarak tempuh artileri dari garis depan. Pasukan Rusia dikabarkan hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari pinggiran kota, menambah tekanan terhadap warga yang masih bertahan.
Bukti visual dari lokasi menunjukkan tingkat kehancuran yang parah. Rekaman yang dirilis pihak berwenang memperlihatkan sebuah rumah rata dengan tanah, tertimbun puing-puing beton dan kayu. Gambar-gambar tersebut menguatkan laporan mengenai kerasnya dampak serangan terhadap infrastruktur sipil.
Laporan Serangan Balasan di Wilayah Lain
Sementara di Sloviansk masih berduka, laporan dari wilayah lain juga muncul. Di daerah Zaporizhzhia selatan yang diduduki Rusia, otoritas pro-Moskow menyebutkan sebuah serangan Ukraina menimpa prosesi pemakaman di desa Skelky. Menurut pejabat yang ditunjuk Rusia, Yevgeny Balitsky, insiden itu menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya.
Media pemerintah Rusia, TASS, melaporkan bahwa korban tewas dalam insiden tersebut adalah seorang pendeta. Di wilayah perbatasan Rusia sendiri, Gubernur Belgorod Vyacheslav Gladkov melaporkan seorang pengemudi truk tewas akibat serangan di sebuah desa. Laporan-laporan dari kedua sisi ini semakin menggambarkan intensitas dan perluasan geografis pertukaran serangan yang terjadi.
Wilayah Donetsk, tempat Sloviansk berada, merupakan area yang telah dianeksasi oleh Kremlin. Upaya Rusia untuk merebut kota-kota di wilayah ini secara penuh terus berlanjut, menjadikan kawasan timur Ukraina sebagai medan pertempuran yang paling berdarah dan menentukan dalam konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun ini.
Artikel Terkait
Ratusan Anak Jakarta Nobar Pelangi di Mars, Wagub Rano Karno Dorong Planetarium Jadi Bioskop Edukatif
Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa Jika Arus Balik Membeludak
Pemerintah Tegaskan Subsidi BBM Belum Dibatasi, Harga Dipertahankan
Debut Herdman di Kandang, Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts & Nevis