MURIANETWORK.COM - Serangan rudal Rusia di kota Sloviansk, wilayah Donetsk timur Ukraina, pada Selasa (10/2/2026) pagi, menewaskan dua warga sipil dan melukai belasan orang lainnya. Korban jiwa adalah seorang ibu dan putrinya yang berusia 11 tahun, sementara di antara korban luka terdapat anak-anak. Serangan ini semakin mengeraskan situasi di garis depan, di mana pasukan Rusia dilaporkan terus mendekati posisi kota yang strategis tersebut.
Korban Jiwa dan Luka dalam Serangan Pagi
Suasana pagi di Sloviansk berubah menjadi chaos setelah serangan terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Ledakan menghancurkan sejumlah bangunan, termasuk sebuah rumah pribadi yang menjadi sasaran langsung. Jumlah korban luka terus bertambah seiring proses evakuasi dan pencarian di lokasi kejadian.
Pejabat regional Donetsk, Vadym Filashkin, mengonfirmasi identitas korban tewas melalui sebuah pernyataan. "Korban tewas adalah seorang gadis berusia 11 tahun dan ibunya. Di antara yang terluka adalah seorang gadis berusia 7 tahun," tulisnya.
Wali Kota Sloviansk, Vadym Lyakh, memberikan gambaran yang serupa mengenai kronologi dan dampak serangan. Ia menegaskan bahwa serangan tersebut menargetkan permukiman warga. "Salah satu serangan mengenai sebuah rumah pribadi," ujarnya.
Kondisi Kota dan Posisi Militer
Sloviansk, yang pernah menjadi episentrum konflik pada 2014, kembali merasakan dahsyatnya perang. Kota dengan populasi sebelumnya sekitar 100.000 jiwa ini kini berada dalam jarak tempuh artileri dari garis depan. Pasukan Rusia dikabarkan hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari pinggiran kota, menambah tekanan terhadap warga yang masih bertahan.
Bukti visual dari lokasi menunjukkan tingkat kehancuran yang parah. Rekaman yang dirilis pihak berwenang memperlihatkan sebuah rumah rata dengan tanah, tertimbun puing-puing beton dan kayu. Gambar-gambar tersebut menguatkan laporan mengenai kerasnya dampak serangan terhadap infrastruktur sipil.
Laporan Serangan Balasan di Wilayah Lain
Sementara di Sloviansk masih berduka, laporan dari wilayah lain juga muncul. Di daerah Zaporizhzhia selatan yang diduduki Rusia, otoritas pro-Moskow menyebutkan sebuah serangan Ukraina menimpa prosesi pemakaman di desa Skelky. Menurut pejabat yang ditunjuk Rusia, Yevgeny Balitsky, insiden itu menewaskan satu orang dan melukai enam lainnya.
Media pemerintah Rusia, TASS, melaporkan bahwa korban tewas dalam insiden tersebut adalah seorang pendeta. Di wilayah perbatasan Rusia sendiri, Gubernur Belgorod Vyacheslav Gladkov melaporkan seorang pengemudi truk tewas akibat serangan di sebuah desa. Laporan-laporan dari kedua sisi ini semakin menggambarkan intensitas dan perluasan geografis pertukaran serangan yang terjadi.
Wilayah Donetsk, tempat Sloviansk berada, merupakan area yang telah dianeksasi oleh Kremlin. Upaya Rusia untuk merebut kota-kota di wilayah ini secara penuh terus berlanjut, menjadikan kawasan timur Ukraina sebagai medan pertempuran yang paling berdarah dan menentukan dalam konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun ini.
Artikel Terkait
Anggota DPR Imbau Masyarakat Waspada Hoaks dan Jaga Persatuan Jelang Ramadan
Pria Tewas Dibacok di Labuhanbatu Utara, Pelaku Kerabat Kabur Bawa Senjata
Ketua MPR Sampaikan Aspirasi Aceh ke Presiden, Pastikan Pemulihan Pasca-Banjir Berjalan
Kejagung Ungkap Kerugian Triliunan dan Dampak Sistemik dari Kasus Korupsi Ekspor CPO