Netanyahu dan Trump Bahas Ancaman Rudal Iran dalam Pertemuan Washington

- Selasa, 10 Februari 2026 | 17:45 WIB
Netanyahu dan Trump Bahas Ancaman Rudal Iran dalam Pertemuan Washington

Netanyahu dan Trump Akan Bertemu di Washington, Iran Jadi Agenda Utama

Benjamin Netanyahu bersiap untuk pertemuan penting. Rabu (11/2) waktu setempat, Perdana Menteri Israel itu akan duduk bersama Presiden AS Donald Trump di Washington DC. Agendanya jelas: mendorong Gedung Putah untuk bersikap lebih keras terhadap Iran. Namun, fokusnya bukan cuma program nuklir. Netanyahu dikabarkan akan mendesak agar ancaman rudal balistik Teheran juga jadi prioritas dalam perundingan-perundingan mendatang.

Ini bakal jadi pertemuan keenam mereka di AS sejak Trump kembali berkuasa setahun silam. Hubungan keduanya memang cukup intens. Mereka juga pernah bertemu di Yerusalem Oktober lalu, momen di mana Trump mengumumkan gencatan senjata di Gaza.

Waktunya cukup menarik. Pertemuan ini cuma terpaut beberapa hari setelah AS dan Iran kembali membuka dialog di Oman. Usai pembicaraan, Trump dengan santai menyebut jalannya perundingan "sangat baik" dan mengisyaratkan akan ada putaran lanjutan. Nah, Netanyahu pasti ingin memastikan bahwa kesepakatan apapun nanti tidak mengabaikan ancaman rudal yang bisa mencapai Israel.

Di sisi lain, atmosfer internasional sedang tidak ramah bagi Israel. Kemarahan banyak negara memuncak menyusul langkah kontroversial mereka di Tepi Barat. Pemerintah Netanyahu baru saja memperketat kendali dengan mengizinkan pemukim Yahudi membeli tanah langsung dari warga Palestina. Langkah itu dinilai banyak pihak sebagai upaya aneksasi secara perlahan.

Tapi, apakah isu panas ini akan dibahas? Masih simpang siur. Trump sendiri sudah berulang kali menegaskan penolakannya terhadap aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Jadi, bisa jadi percakapan mereka akan lebih terfokus pada ancaman dari timur, yaitu Iran.

Kantor Netanyahu, lewat pernyataan akhir pekan lalu, sudah memberi sinyal kuat. Mereka menyebut PM akan menekankan kekhawatiran mendalam Israel soal persenjataan rudal Iran dalam diskusi dengan Trump.

"Dia mempercayai bahwa setiap negosiasi harus mencakup pembatasan rudal balistik dan penghentian dukungan untuk poros Iran,"

Pernyataan itu, seperti dilansir AFP, secara jelas merujuk pada jaringan sekutu Iran yang tersebar di kawasan Timur Tengah. Pertemuan Rabu nanti, dengan demikian, akan menjadi ajang tarik-ulur kepentingan yang rumit. Di satu sisi ada desakan Israel untuk memperketat tekanan, di sisi lain ada keinginan AS untuk mungkin mencari jalan kesepakatan. Kita lihat saja bagaimana hasilnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar