Di sisi lain, atmosfer internasional sedang tidak ramah bagi Israel. Kemarahan banyak negara memuncak menyusul langkah kontroversial mereka di Tepi Barat. Pemerintah Netanyahu baru saja memperketat kendali dengan mengizinkan pemukim Yahudi membeli tanah langsung dari warga Palestina. Langkah itu dinilai banyak pihak sebagai upaya aneksasi secara perlahan.
Tapi, apakah isu panas ini akan dibahas? Masih simpang siur. Trump sendiri sudah berulang kali menegaskan penolakannya terhadap aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Jadi, bisa jadi percakapan mereka akan lebih terfokus pada ancaman dari timur, yaitu Iran.
Kantor Netanyahu, lewat pernyataan akhir pekan lalu, sudah memberi sinyal kuat. Mereka menyebut PM akan menekankan kekhawatiran mendalam Israel soal persenjataan rudal Iran dalam diskusi dengan Trump.
Pernyataan itu, seperti dilansir AFP, secara jelas merujuk pada jaringan sekutu Iran yang tersebar di kawasan Timur Tengah. Pertemuan Rabu nanti, dengan demikian, akan menjadi ajang tarik-ulur kepentingan yang rumit. Di satu sisi ada desakan Israel untuk memperketat tekanan, di sisi lain ada keinginan AS untuk mungkin mencari jalan kesepakatan. Kita lihat saja bagaimana hasilnya.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Tuntaskan Laga dengan Kemenangan 4-0, Herdman Soroti Disiplin Awal
Prabowo Antar Langsung PM Anwar hingga ke Halim, Akhiri Kunjungan dengan Kehangatan
BPJS Ketenagakerjaan: Dana JHT Bisa Dicairkan Sebelum Pensiun dalam Kondisi Tertentu
Ombudsman Beri Tujuh Rekomendasi Perbaikan Layanan Arus Balik di Pelabuhan Tanjung Kalian