Ahmad Khozinudin menulis:
Jimly, Apa Kerjamu di Komisi Reformasi Polri? Listyo Sigit Justru 'Rampas' Jabatan Sipil!
Suasana di sekitar reformasi kepolisian belakangan ini cukup panas. Di satu sisi, ada Komisi Percepatan Reformasi Polri yang diketuai Prof. Jimly Asshiddiqie. Komisi independen bentukan Presiden Prabowo Subianto itu sejatinya punya tugas mulia. Tapi, hasil kerjanya? Masih samar-samar.
Di sisi lain, langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo justru terasa sangat konkret dan bagi banyak pengamat, sangat mengkhawatirkan. Baru-baru ini, dia secara resmi menandatangani Peraturan Polri (Perpol) Nomor 10 Tahun 2025. Aturan ini intinya membuka jalan bagi polisi aktif untuk bertugas di luar struktur organisasi mereka.
Bukan cuma satu atau dua lembaga. Peluang penempatannya mencakup 17 kementerian dan lembaga negara lain. Bagi yang mengikuti isu reformasi, langkah ini terasa seperti mundur beberapa langkah. Bahkan, disebut-sebut melawan arah reformasi yang digaungkan sendiri.
Yang lebih pelik lagi, aturan baru Kapolri ini dianggap berseberangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi. MK sebelumnya sudah punya keputusan terkait hal serupa. Tapi, sepertinya keputusan itu diabaikan.
Artikel Terkait
Tim SAR Temukan Dua Korban Longsor Cisarua di Tengah Hujan dan Ancaman Longsor Susulan
Jadi Petani Bukan Jawaban: Saat Metafora Mengalihkan dari Krisis Keadilan
Di Balik Kursi Dewan Perdamaian: Diplomasi Indonesia Terjebak dalam Rencana AS-Israel?
Indonesia Cetak Sejarah di ASEAN Para Games 2025, Raih 135 Emas di Tengah Pengawasan KND