Indonesia Siapkan Pasukan Perdamaian untuk Gaza, Fokus pada Bantuan Kemanusiaan

- Selasa, 10 Februari 2026 | 17:25 WIB
Indonesia Siapkan Pasukan Perdamaian untuk Gaza, Fokus pada Bantuan Kemanusiaan

Di sisi lain, kesiapan teknis pasukan telah mulai digelar. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan, TNI AD telah memulai penyiapan pasukan sambil menunggu arahan resmi mengenai kebutuhan dan spesifikasi personel dari markas besar TNI.

“Ya, itu kan masih terus berjalan ya. Jadi kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI. Mabes TNI nanti ke Mabes AD memerlukan pasukan personel yang berkarakter apa. Ini kami siapkan. Ya, begitu,” tutur Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2).

Mengenai skala pengiriman, KSAD menyebutkan angka yang beredar masih bersifat perkiraan awal. Keputusan final sangat bergantung pada hasil negosiasi dan koordinasi di tingkat pimpinan tertinggi TNI.

“Ya, bisa satu brigade, 5.000-8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti. Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” lanjutnya.

Mengandalkan Personel Berpengalaman

Sementara itu, dari lingkungan internal TNI, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menyoroti pentingnya pengalaman. Menurutnya, TNI akan mengerahkan personel yang telah memiliki rekam jejak dalam misi perdamaian internasional, serupa dengan pengalaman di UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

“Saya kira kita udah punya pengalaman ya, ada UNIFIL yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kita rekrut,” kata Tandyo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2).

Langkah ini menunjukkan pendekatan kehati-hatian dengan mengedepankan profesionalisme dan kesiapan lapangan yang matang. Keputusan akhir, sebagaimana diisyaratkan, masih menunggu lampu hijau dari Presiden selaku Panglima Tertinggi.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar