"Ada safety level tambahan yang lebih ketat di aturan ketenagakan," katanya singkat.
Ini cukup ironis. Proyek yang groundbreaking-nya dilakukan awal 2024 itu sempat dianggap milestone penting. Dikembangkan Pertamina NRE bersama Toyota, stasiun di Daan Mogot itu dirancang jadi integrated energy hub pertama di Indonesia. Bayangkan, BBM, gas, dan hidrogen tersedia di satu titik.
Bahkan, sebagai high-speed hydrogen refueling station, fasilitas itu dijanjikan bisa mengisi penuh kendaraan komersial dalam waktu kurang dari lima menit. Cukup cepat.
Namun begitu, aturan lokal punya cerita lain. Kini, proyek percontohan itu harus mencari rumah baru, sementara regulasi yang ada masih terus dikaji ulang. Perjalanan menuju ekosistem hidrogen di tanah air rupanya masih panjang dan berliku.
Artikel Terkait
KPK Tegaskan Perubahan Status Tahanan Gus Yaqut Sesuai Prosedur dan Sampaikan Maaf
Legislator Gerindra Kunjungi Koperasi Prioritas Prabowo di Sidoarjo, Dorong Optimalisasi
Anggota DPR Tinjau Koperasi Program Prioritas Prabowo di Sidoarjo
Kuasa Hukum Jap Ferry Sanjaya Bantah Unsur Pidana dalam Kasus Plaza Klaten