Layanan Kesehatan Tetap Jalan, Meski Status BPJS Warga Nonaktif
Puskesmas Pembantu di Serdang, Jakarta Pusat, ramai seperti biasa pada Selasa siang itu. Di tengah keriuhan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pesan penting: layanan kesehatan untuk warga tidak akan dikurangi. Ini disampaikannya menanggapi keputusan pemerintah pusat yang menonaktifkan sekitar 270 ribu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan BPJS per 1 Februari 2026.
"Dengan keputusan Menteri Sosial itu, di Jakarta kurang lebih 270 ribu peserta yang terdampak," ujar Pramono.
Namun begitu, ia menegaskan komitmen Pemprov DKI. "Tetapi Pemerintah Jakarta tetap harus hadir. Pelayanan tidak boleh berkurang," tegasnya.
Intinya, warga yang terdampak tak perlu khawatir. Pramono menyebut Jakarta punya cadangan pembiayaan. Skemanya melalui segmen PBPU-BP Pemda, yang ditujukan untuk peserta bukan penerima upah yang didaftarkan oleh pemerintah daerah.
"Jadi siapapun yang misalnya belum teraktivasi, Jakarta akan memberikan pelayanan yang sama," jelasnya. Ruang anggaran itu akan digunakan untuk menutupi kekosongan.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Buka Era Herdman dengan Laga Perdana FIFA Series di GBK
Ayah di Tuban Babak Belur Dianiaya Anak Kandung Gara-gara Uang Rokok Rp20 Ribu
Menteri Perdagangan Pastikan Diversifikasi Sumber Impor Pupuk untuk Jaga Stabilitas Pasokan
Bareskrim Tetapkan Tangan Kanan Bandar The Doctor sebagai DPO, Diduga Bersembunyi di Malaysia