Program pelatihan ini merupakan buah kerja sama strategis antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan PT PLN (Persero). Dalam kemitraan ini, PLN menyediakan bahan baku FABA, sementara Kementerian Imipas menyiapkan lokasi dan tenaga kerja dari warga binaan yang dibina.
Apresiasi atas Disiplin dan Hasil Kerja
Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, yang hadir dalam kesempatan itu, menyampaikan apresiasi tinggi. Ia mengungkapkan kekagumannya atas kemampuan para peserta dalam menyerap pelatihan dan menghasilkan produk yang berkualitas.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan dari Pak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, bahwa kami bisa berkontribusi dalam rangka pembinaan warga binaan permasyarakatan," ujar Darmawan.
Ia menambahkan, limbah FABA dari PLN, yaitu fly ash dan bottom ash, memiliki kualitas yang dapat menggantikan semen dan pasir. Lebih lanjut, Darmawan mengaku terkejut dengan etos kerja yang ditunjukkan.
"Dalam hal ini kami sangat terkejut dengan kemampuan warga binaan yang luar biasa kedisplinannya dan etos kerjanya. Sehingga produknya menjadi sangat premium dan punya pangsa pasar di industri," jelasnya.
Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari paving block dengan berbagai bentuk, batako, hingga buis beton dengan berbagai ukuran, menunjukkan tingkat kompleksitas pelatihan yang diberikan.
Harapan untuk Kontribusi Nasional
Menteri Agus Andrianto melihat program ini tidak hanya sebagai upaya pembinaan, tetapi juga memiliki potensi untuk berkontribusi pada program nasional. Ia berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat dimanfaatkan dalam proyek-proyek strategis pemerintah.
"Syukur-syukur dikerjakan oleh tenaga terlatih dari warga binaan lapas atau rutan, sehingga anggaran negara yang tersedia mencukupi membangun Rumah Murah, sebagaimana target Bapak Presiden untuk pembangunan 3 juta Rumah Murah bagi masyarakat," pungkas Menteri Agus, menutup kunjungan kerja tersebut.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Bahas Masa Depan Danantara dengan Investor AS Ray Dalio
PM Malaysia Anwar Ibrahim Bertemu Presiden Prabowo Bahas Dampak Konflik Timur Tengah
Timnas Indonesia Buka Era Herdman dengan Laga Perdana FIFA Series di GBK
Ayah di Tuban Babak Belur Dianiaya Anak Kandung Gara-gara Uang Rokok Rp20 Ribu