MURIANETWORK.COM - Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Balai Latihan Kerja (BLK) FABA di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung program pelatihan kerja bagi warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) dalam mengolah limbah pembakaran batu bara (FABA) dari PLTU menjadi produk material bangunan bernilai ekonomi.
Menyaksikan Proses Produksi Langsung
Di lokasi, para anggota dewan menyaksikan puluhan warga binaan yang sedang aktif bekerja. Suara mesin cetak terdengar sementara beberapa orang menuangkan adonan material ke dalam cetakan. Di ujung mesin, beberapa orang lainnya dengan cekatan menata paving block yang baru saja keluar. Proses berlangsung tertib dan terkoordinasi, menunjukkan sebuah alur kerja yang telah dipelajari dengan baik.
Pantauan di lapangan menunjukkan setidaknya 15 warga binaan terlibat dalam satu rangkaian produksi saat itu. Empat orang bertugas mengoperasikan mesin cetak, sementara empat lainnya menangani hasil cetakan. Tujuh warga binaan lain sibuk memindahkan dan menyusun produk paving block yang telah jadi, menyiapkannya untuk proses pengeringan.
Dialog Singkat di Tengah Kunjungan
Menyaksikan aktivitas tersebut, Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya langsung menyampaikan pertanyaan krusial mengenai pemasaran produk. Ia menanyakan ke mana jalur distribusi hasil produksi ini.
"Ini sementara pasarnya ke mana, Pak Menteri?" tanya Willy kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto yang turut mendampingi.
"Sementara di Cilacap," jawab Menteri Agus, mengindikasikan bahwa pasar produk masih bersifat lokal untuk tahap awal.
Kapasitas Produksi dan Skema Kerja Sama
Petugas dari BLK FABA kemudian memberikan penjelasan rinci kepada rombongan mengenai kapasitas produksi. Dalam paparannya, disebutkan bahwa program ini melibatkan 30 warga binaan dari Lapas Nirbaya Nusakambangan dengan jam kerja efektif lima jam per hari.
"Untuk warga binaan kami dari Lapas Nirbaya Nusakambangan, Pak. Jumlahnya 30 orang dengan jam kerja efektif 5 jam. Kemampuan produksi 2.000 per hari," terang petugas lapas tersebut.
Program pelatihan ini merupakan buah kerja sama strategis antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan PT PLN (Persero). Dalam kemitraan ini, PLN menyediakan bahan baku FABA, sementara Kementerian Imipas menyiapkan lokasi dan tenaga kerja dari warga binaan yang dibina.
Apresiasi atas Disiplin dan Hasil Kerja
Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, yang hadir dalam kesempatan itu, menyampaikan apresiasi tinggi. Ia mengungkapkan kekagumannya atas kemampuan para peserta dalam menyerap pelatihan dan menghasilkan produk yang berkualitas.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan dari Pak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, bahwa kami bisa berkontribusi dalam rangka pembinaan warga binaan permasyarakatan," ujar Darmawan.
Ia menambahkan, limbah FABA dari PLN, yaitu fly ash dan bottom ash, memiliki kualitas yang dapat menggantikan semen dan pasir. Lebih lanjut, Darmawan mengaku terkejut dengan etos kerja yang ditunjukkan.
"Dalam hal ini kami sangat terkejut dengan kemampuan warga binaan yang luar biasa kedisplinannya dan etos kerjanya. Sehingga produknya menjadi sangat premium dan punya pangsa pasar di industri," jelasnya.
Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari paving block dengan berbagai bentuk, batako, hingga buis beton dengan berbagai ukuran, menunjukkan tingkat kompleksitas pelatihan yang diberikan.
Harapan untuk Kontribusi Nasional
Menteri Agus Andrianto melihat program ini tidak hanya sebagai upaya pembinaan, tetapi juga memiliki potensi untuk berkontribusi pada program nasional. Ia berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat dimanfaatkan dalam proyek-proyek strategis pemerintah.
"Syukur-syukur dikerjakan oleh tenaga terlatih dari warga binaan lapas atau rutan, sehingga anggaran negara yang tersedia mencukupi membangun Rumah Murah, sebagaimana target Bapak Presiden untuk pembangunan 3 juta Rumah Murah bagi masyarakat," pungkas Menteri Agus, menutup kunjungan kerja tersebut.
Artikel Terkait
Wuling Luncurkan New Air ev, Solusi Mobil Listrik Entry Level untuk Mobilitas Harian
Remaja 17 Tahun Tewas Diduga Melompat dari Flyover Pasupati Bandung
Wagub Aceh Dorong Percepatan Bantuan Sapi Meugang Prabowo Jelang Ramadan
Andre Rosiade Salurkan Ratusan Paket Sembako dan Bantuan Sosial ke Warga Perumnas Indarung