"Pasar pangan dan komoditas strategis kini bersifat global. Struktur pasar internasional secara langsung memengaruhi harga, pasokan, dan kesejahteraan nasional. Karena itu, kerja sama antar-otoritas persaingan usaha negara berkembang menjadi kunci untuk menjaga pasar tetap kompetitif dan adil," jelasnya dalam keterangan tertulis.
Memperkuat Jaringan Kerja Sama Kelembagaan
Komitmen untuk kolaborasi tidak berhenti pada diskusi kelompok. Di sela-sela agenda, KPPU juga menjajaki penguatan hubungan bilateral. Pertemuan dengan Wakil Ketua Federal Antimonopoly Service (FAS) Rusia, Andrey Tsyganov, menghasilkan kesepakatan untuk segera menyusun nota kesepahaman (MoU).
Kerja sama kelembagaan ini rencananya akan difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi riset, dan pertukaran pengalaman penegakan hukum. Latar belakang kesepakatan ini adalah pengakuan bersama bahwa tantangan persaingan usaha di negara berkembang memiliki karakteristik unik, seperti struktur pasar yang lebih terkonsentrasi dan peran pemerintah yang signifikan di sektor-sektor strategis.
Menyiapkan Forum dan Kapasitas ke Depan
Lebih jauh lagi, KPPU juga melakukan pembicaraan dengan the BRICS Competition Law and Policy Center, sebuah think tank yang mendukung blok tersebut. Dari pertemuan itu, lahir kesepakatan untuk menyelenggarakan sebuah forum internasional di Indonesia pada Oktober 2026, yang akan mengangkat isu seputar sektor energi serta dinamika perdagangan komoditas global.
Kedua pihak juga sepakat untuk memperkuat kerja sama riset dan capacity building. Langkah-langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya membangun iklim usaha yang sehat dan kompetitif, tetapi juga secara nyata memperkuat perlindungan bagi pelaku usaha, khususnya yang berskala lebih kecil, dan konsumen di tengah gelombang ketidakpastian pasar global.
Artikel Terkait
Suami Laporkan Istri ke Polisi Diduga Jual Tiga Anak Kandung di Makassar
Timnas Indonesia Jalani Laga Debut John Herdman Kontra Saint Kitts Malam Ini
Wamenkominfo Apresiasi Persiapan Gala Dinner untuk Special Olympics 2026
Sri Lanka Imbau Pemilik Mobil Listrik Hindari Isi Daya Malam Hari