Mukiat menambahkan, kontribusi pada pasar global dan domestik merupakan bagian dari janji perusahaan. "Komitmen inilah yang terus kami jaga hingga hari ini dan ke depan," pungkasnya.
Lanskap Industri Komponen Otomotif yang Menantang
Komitmen Bridgestone tersebut muncul dalam konteks industri yang sedang mengalami ujian. Data dari Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengungkapkan sejumlah tantangan berat yang dihadapi pelaku industri komponen otomotif sepanjang 2025.
Sekretaris Jenderal GIAMM, Rachmat Basuki, menjelaskan bahwa penurunan produksi kendaraan bermotor turut menekan industri komponen. Produksi mobil pada periode Januari-Desember 2025 tercatat 1,14 juta unit, turun 4,1% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Basuki memaparkan korelasi langsung antara kedua sektor tersebut. "Karena jumlah produksi mobil 2025 turun sekitar 4% dibandingkan dengan 2024, otomatis suplai industri komponennya juga menurun," jelasnya.
Menurutnya, tantangan utama adalah pelemahan penjualan mobil di pasar domestik yang telah berlangsung hampir tiga tahun terakhir. Namun, di balik tekanan ini, terdapat penopang dari kinerja ekspor yang tetap stabil. Nilai ekspor komponen otomotif Indonesia pada periode tersebut bertahan di kisaran US$7,5 miliar, yang menjadi penyelamat bagi banyak pelaku industri di tengah kondisi pasar domestik yang lesu.
Artikel Terkait
KBBI Tegaskan Penulisan Baku Halalbihalal dan Kisah Asal-Usulnya
Serial Harry Potter HBO Tayang Perdana Natal 2026, Tampilkan Adegan Ikonik
Tol Cipali Berlakukan Sistem Satu Arah untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran
F1 Jepang dan MotoGP AS Ramaikan Akhir Pekan, Veda Ega Pratama Turun di Moto3