Bridgestone Perkuat Basis Produksi di Indonesia di Tengah Tekanan Industri

- Senin, 09 Februari 2026 | 21:45 WIB
Bridgestone Perkuat Basis Produksi di Indonesia di Tengah Tekanan Industri

MURIANETWORK.COM - Produsen ban global Bridgestone mengonfirmasi komitmen jangka panjangnya untuk memperkuat basis produksi di Indonesia. Langkah ini diambil di tengah tekanan yang dialami industri komponen otomotif domestik sepanjang tahun lalu, yang ditandai dengan penurunan produksi kendaraan. Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan bahwa investasi dan pengembangan kapasitas manufaktur lokal akan terus menjadi prioritas perusahaan.

Refleksi Lima Dekade dan Komitmen Berkelanjutan

Bridgestone meresmikan pabrik pertamanya di Bekasi pada 1976, menandai awal perjalanan panjangnya di Indonesia. Lebih dari sekadar angka, lima dekade ini merepresentasikan evolusi perusahaan dalam merespons dinamika mobilitas masyarakat. Komitmen itu semakin diperkuat dengan dibukanya pabrik kedua di Karawang pada 1999, yang memperluas kapasitas dan kemampuan teknologinya.

Mukiat Sutikno menekankan bahwa perjalanan ini dibangun di atas fondasi kepercayaan. "Lima dekade bukan sekadar pencapaian usia, tetapi refleksi dari perjalanan panjang kepercayaan. Sejak awal, Bridgestone Indonesia tumbuh bersama kebutuhan mobilitas masyarakat," ujarnya.

Kontribusi pada Rantai Pasok Global dan Domestik

Dari dua pabrik di Jawa Barat itu, Bridgestone Indonesia tidak hanya melayani pasar dalam negeri. Perusahaan telah menjadi bagian penting dari rantai pasok global, dengan produknya diekspor ke lebih dari 70 negara. Pencapaian ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap kualitas, teknologi, dan standar konsistensi yang diterapkan di fasilitas produksinya.

Di dalam negeri, kehadiran Bridgestone dijangkau melalui jaringan distribusi yang luas. Konsumen dapat mengakses produk dan layanannya melalui lebih dari 400 gerai ritel resmi Toko Model (TOMO) dan lebih dari 1.500 toko ban umum yang tersebar di berbagai penjuru tanah air.

Mukiat menambahkan, kontribusi pada pasar global dan domestik merupakan bagian dari janji perusahaan. "Komitmen inilah yang terus kami jaga hingga hari ini dan ke depan," pungkasnya.

Lanskap Industri Komponen Otomotif yang Menantang

Komitmen Bridgestone tersebut muncul dalam konteks industri yang sedang mengalami ujian. Data dari Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengungkapkan sejumlah tantangan berat yang dihadapi pelaku industri komponen otomotif sepanjang 2025.

Sekretaris Jenderal GIAMM, Rachmat Basuki, menjelaskan bahwa penurunan produksi kendaraan bermotor turut menekan industri komponen. Produksi mobil pada periode Januari-Desember 2025 tercatat 1,14 juta unit, turun 4,1% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Basuki memaparkan korelasi langsung antara kedua sektor tersebut. "Karena jumlah produksi mobil 2025 turun sekitar 4% dibandingkan dengan 2024, otomatis suplai industri komponennya juga menurun," jelasnya.

Menurutnya, tantangan utama adalah pelemahan penjualan mobil di pasar domestik yang telah berlangsung hampir tiga tahun terakhir. Namun, di balik tekanan ini, terdapat penopang dari kinerja ekspor yang tetap stabil. Nilai ekspor komponen otomotif Indonesia pada periode tersebut bertahan di kisaran US$7,5 miliar, yang menjadi penyelamat bagi banyak pelaku industri di tengah kondisi pasar domestik yang lesu.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar