Jika tidak diantisipasi, berbagai tantangan itu berpotensi mengancam cita-cita memanen bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Karena itulah, keterlibatan dalam organisasi dinilainya sebagai salah satu solusi untuk membentuk ketahanan diri dan kepedulian sosial.
Meneladani Para Pendahulu, Menjadi Pionir Masa Kini
HNW mengajak mahasiswa PTMA untuk menjadi pionir dengan meneladani semangat para pendiri bangsa. Ia mengingatkan bahwa tokoh-tokoh seperti Bung Hatta, Soekarno, dan Kahar Mudzakkir memulai perjuangan mereka melalui aktivitas organisasi sejak muda. Proses panjang itulah yang melahirkan kontribusi besar mereka.
Generasi unggul, tegasnya, tidak lahir secara instan. Dibutuhkan kerja keras dan pembiasaan berorganisasi sejak dini untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan zaman.
"Saya berharap mahasiswa sekarang menjadikan para pemuda Indonesia dahulu yang aktif berorganisasi hingga bisa berkontribusi mempersiapkan Indonesia merdeka, menjadi inspirasi dan spirit agar dapat mengulangi sejarah, berkontribusi positif menyongsong Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Menanggapi arahan tersebut, Koordinator BEM PTMAI Indonesia, Ahmad Rafiq, menyampaikan apresiasi. Dalam kesempatan itu, ia secara langsung mengundang HNW untuk hadir sebagai pembicara kunci dalam Temu Nasional BEM PTMA se-Indonesia.
"Kegiatan tersebut akan diikuti oleh aliansi BEM PTMAI yang menaungi 179 kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia," jelas Rafiq mengenai acara yang rencananya digelar di Universitas Muhammadiyah Malang pada 19 Februari 2026 mendatang.
Artikel Terkait
Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
Oknum TNI Ditangkap Usai Transaksi Sabu Terekam Kamera dan Viral
One Way Presisi Tahap I Diberlakukan Pagi Ini untuk Atasi Kemacetan Tol Trans Jawa
Menekraf: Ekonomi Kreatif Harus Dimulai dari Akar Budaya