MURIANETWORK.COM - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam organisasi sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045. Pernyataan ini disampaikannya saat menerima kunjungan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (BEM PTMA) Indonesia di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Organisasi sebagai Jaminan Konstitusi dan Modal Masa Depan
Dalam pertemuan tersebut, HNW mengapresiasi semangat berorganisasi mahasiswa, khususnya di lingkungan PTMA. Ia melihat aktivitas ini bukan sekadar kegiatan kampus, melainkan fondasi untuk membentuk kepemimpinan dan kontribusi nyata bagi bangsa. Menurutnya, ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam organisasi saat ini sangat terbuka, dijamin konstitusi, dan merupakan buah dari perjuangan reformasi.
Kesempatan ini, tegasnya, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tidak disia-siakan. Ia mendorong mahasiswa untuk memaksimalkan potensi melalui jaringan yang dimiliki, termasuk ekosistem besar Muhammadiyah dan Aisyiyah yang telah lama berkontribusi bagi negara.
"Indonesia tidak melarang organisasi, bahkan itu bagian dari jaminan konstitusional juga tuntutan Reformasi. Maka jangan dimubazirkan peluang bagus itu," tutur HNW.
Belajar dari Sejarah dan Tantangan Generasi Z
HNW juga membagikan pengalaman pribadinya yang telah aktif berorganisasi sejak muda, dimulai dari lingkungan keluarga, Pondok Modern Darussalam Gontor, hingga Universitas Islam Madinah. Pengalaman itu, ia akui, menjadi tabungan berharga yang membentuk jalan hidup dan kontribusinya di masyarakat dan politik.
Berdasarkan pengalaman lapangan itu, ia mengingatkan bahwa kebebasan di era reformasi datang bersama tantangan besar bagi Generasi Z. Banjir informasi, kata dia, turut membawa fenomena kerentanan mental, gaya hidup permisif, penyalahgunaan narkoba, hingga judi online yang dapat menggerogoti masa depan bangsa.
Jika tidak diantisipasi, berbagai tantangan itu berpotensi mengancam cita-cita memanen bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Karena itulah, keterlibatan dalam organisasi dinilainya sebagai salah satu solusi untuk membentuk ketahanan diri dan kepedulian sosial.
Meneladani Para Pendahulu, Menjadi Pionir Masa Kini
HNW mengajak mahasiswa PTMA untuk menjadi pionir dengan meneladani semangat para pendiri bangsa. Ia mengingatkan bahwa tokoh-tokoh seperti Bung Hatta, Soekarno, dan Kahar Mudzakkir memulai perjuangan mereka melalui aktivitas organisasi sejak muda. Proses panjang itulah yang melahirkan kontribusi besar mereka.
Generasi unggul, tegasnya, tidak lahir secara instan. Dibutuhkan kerja keras dan pembiasaan berorganisasi sejak dini untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan zaman.
"Saya berharap mahasiswa sekarang menjadikan para pemuda Indonesia dahulu yang aktif berorganisasi hingga bisa berkontribusi mempersiapkan Indonesia merdeka, menjadi inspirasi dan spirit agar dapat mengulangi sejarah, berkontribusi positif menyongsong Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Menanggapi arahan tersebut, Koordinator BEM PTMAI Indonesia, Ahmad Rafiq, menyampaikan apresiasi. Dalam kesempatan itu, ia secara langsung mengundang HNW untuk hadir sebagai pembicara kunci dalam Temu Nasional BEM PTMA se-Indonesia.
"Kegiatan tersebut akan diikuti oleh aliansi BEM PTMAI yang menaungi 179 kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia," jelas Rafiq mengenai acara yang rencananya digelar di Universitas Muhammadiyah Malang pada 19 Februari 2026 mendatang.
Artikel Terkait
Dua Pemuda di Mesuji Ditangkap atas Dugaan Perkosaan Konten Kreator dengan Modus Perbaikan
BI Proyeksikan Ekonomi Jakarta Tumbuh 4,8-5,6% pada 2026
Ibu Alumni UI Kritis, Putri 6 Tahun Tewas dalam Kecelakaan di Singapura
Megawati: Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Bukan Ancaman bagi Agama