"Dilihat dari pernyataan resmi kedua negara setelah kunjungan Perdana Menteri Kanada ke China, kemungkinan keputusan Mahkamah Agung (juga terkait) sangat tinggi, menurut pengalaman saya," ungkap Zhang dalam pernyataannya.
Latar Belakang Diplomatik yang Berdenyut
Terobosan hukum ini terjadi dalam suasana politik yang sedang mencair. Keputusan itu datang kurang dari sebulan setelah Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyelesaikan kunjungan empat harinya ke China. Dalam kunjungan tersebut, Carney secara terbuka menyambut membaiknya hubungan bilateral yang sebelumnya sempat tegang di era kepemimpinan Justin Trudeau.
Pihak Kanada sendiri telah menanggapi keputusan pengadilan China. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Kanada menyatakan bahwa pemerintah mereka telah mengetahui keputusan Mahkamah Agung. Mereka berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan layanan konsuler penuh kepada Schellenberg beserta keluarganya, meski tidak memberikan komentar lebih rinci mengenai substansi putusan hukum tersebut.
Dengan dikembalikannya kasus ini ke pengadilan provinsi, proses hukum terhadap Schellenberg memasuki babak baru. Perkembangan selanjutnya akan terus diawasi dengan cermat, tidak hanya oleh para pengamat hukum, tetapi juga oleh mereka yang memantau detak hubungan internasional antara dua kekuatan global ini.
Artikel Terkait
Ratusan Anak Jakarta Nobar Pelangi di Mars, Wagub Rano Karno Dorong Planetarium Jadi Bioskop Edukatif
Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa Jika Arus Balik Membeludak
Pemerintah Tegaskan Subsidi BBM Belum Dibatasi, Harga Dipertahankan
Debut Herdman di Kandang, Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts & Nevis