MURIANETWORK.COM - Mahkamah Agung China telah membatalkan hukuman mati terhadap warga negara Kanada, Robert Lloyd Schellenberg, yang terkait kasus penyelundupan narkoba. Keputusan tertinggi ini mengakhiri hukuman mati yang sebelumnya dijatuhkan dalam persidangan ulang tahun 2019 dan memerintahkan kasusnya untuk diperiksa kembali di pengadilan provinsi. Pembatalan ini menjadi perkembangan signifikan dalam sebuah kasus yang selama bertahun-tahun turut mewarnai dinamika hubungan diplomatik antara Beijing dan Ottawa.
Jalannya Kasus Hingga ke Tingkat Kasasi
Robert Schellenberg pertama kali ditangkap di China pada 2014 atas tuduhan terlibat dalam rencana penyelundupan narkoba. Empat tahun kemudian, pengadilan menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepadanya. Namun, vonis itu berubah drastis pada Januari 2019. Dalam sebuah persidangan ulang yang digelar hanya beberapa pekan setelah eksekutif Huawei, Meng Wanzhou, ditangkap di Kanada, Schellenberg justru dijatuhi hukuman mati. Keputusan itu langsung memicu sorotan internasional dan memperkeruh hubungan kedua negara.
Setelah melalui proses banding yang panjang, Mahkamah Agung China akhirnya mengambil langkah. Pengadilan tertinggi itu memutuskan untuk membatalkan vonis mati tersebut dan mengembalikan berkas perkara untuk disidangkan ulang di Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Liaoning.
Suara dari Kuasa Hukum
Pengacara Schellenberg yang berbasis di Beijing, Zhang Dongshuo, mengonfirmasi perkembangan terbaru ini. Ia menyatakan bahwa keputusan Mahkamah Agung dikeluarkan pada Jumat, 6 Februari 2026.
"Dilihat dari pernyataan resmi kedua negara setelah kunjungan Perdana Menteri Kanada ke China, kemungkinan keputusan Mahkamah Agung (juga terkait) sangat tinggi, menurut pengalaman saya," ungkap Zhang dalam pernyataannya.
Latar Belakang Diplomatik yang Berdenyut
Terobosan hukum ini terjadi dalam suasana politik yang sedang mencair. Keputusan itu datang kurang dari sebulan setelah Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyelesaikan kunjungan empat harinya ke China. Dalam kunjungan tersebut, Carney secara terbuka menyambut membaiknya hubungan bilateral yang sebelumnya sempat tegang di era kepemimpinan Justin Trudeau.
Pihak Kanada sendiri telah menanggapi keputusan pengadilan China. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Kanada menyatakan bahwa pemerintah mereka telah mengetahui keputusan Mahkamah Agung. Mereka berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan layanan konsuler penuh kepada Schellenberg beserta keluarganya, meski tidak memberikan komentar lebih rinci mengenai substansi putusan hukum tersebut.
Dengan dikembalikannya kasus ini ke pengadilan provinsi, proses hukum terhadap Schellenberg memasuki babak baru. Perkembangan selanjutnya akan terus diawasi dengan cermat, tidak hanya oleh para pengamat hukum, tetapi juga oleh mereka yang memantau detak hubungan internasional antara dua kekuatan global ini.
Artikel Terkait
Mantan Pejabat Kemendikbudristek Ungkap Tekanan Berat di Balik Proyek Chromebook Rp 2,1 Triliun
KPK Ungkap Suap Jatah Bulanan di Bea Cukai untuk Alihkan Jalur Pemeriksaan
KSAD: TNI AD Siapkan Pasukan untuk Misi Perdamaian di Gaza
Wamensos Buka Pelatihan Pengajar Sekolah Rakyat, Tekankan Pembentukan Karakter Kebangsaan