Kepala BGN, Dadan Hindayana, menggarisbawahi poin krusial dalam nota kesepahaman ini, yaitu pelibatan penuh BUMD DKI Jakarta. Peran mereka tidak hanya dalam hal logistik, tetapi juga mendukung aspek pembiayaan, seiring dengan pesatnya pertambahan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Dengan akan bertambahnya SPPG yang beroperasi di Jakarta, saya kira isu rantai pasok akan menjadi sangat menarik. Salah satu poin di dalam kesepahaman itu adalah bagaimana BUMD Jakarta, termasuk dari sisi pembiayaan, dapat terus menjamin pemenuhan rantai pasok untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis,” ujar Dadan.
Target Pembangunan SPPG dan Optimisme Pencapaian
Dadan memaparkan perkembangan pembangunan infrastruktur pendukung program. Target pembangunan SPPG di Jakarta mencapai 804 unit. Saat ini, sebanyak 475 unit telah beroperasi aktif, atau mencakup sekitar 60 persen dari target. Sementara itu, 566 unit lainnya sedang dalam tahap persiapan akhir.
Dengan dukungan infrastruktur kota yang sudah memadai, ia optimistis target tersebut dapat segera terpenuhi. “Dalam waktu yang tidak terlalu lama ini akan cepat selesai karena seluruh infrastruktur di Jakarta sangat mudah dijangkau dan bisa dilaksanakan sebaik-baiknya,” imbuhnya.
Kerja sama ini menandai fase baru dalam implementasi program strategis nasional, di mana koordinasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah dianggap kunci untuk menciptakan keberlanjutan dan ketahanan sistem pangan di tingkat tapak.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Polandia dan Denmark Lolos ke Final Play-Off Kualifikasi Piala Dunia 2026
BMKG Peringatkan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Spesifikasi vivo X300 Ultra Bocor: Snapdragon 8 Elite dan Kamera Ganda 200MP