“Kita kasih ruang ke semua pihak untuk berkontribusi. Terkhusus bagi mas Gibran. Sebagai wapres, dia tentu punya beban moral untuk menyukseskan semua program pemerintah. Wajar jika dia tidak mau juga berkomentar soal pilpres,” jelas Saleh pada Senin (9/2/2026).
Prabowo Dinilai Akan Tentukan Langkah Setelah Evaluasi
Dari kubu Partai Gerindra, respons terhadap dukungan awal ini terukur. Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa keputusan akhir Prabowo untuk maju kembali akan sangat bergantung pada capaian pemerintahan periode pertama.
“Pak Prabowo itu pasti akan menentukan langkah setelah melihat dalam periode pertama, apakah pekerjaan dan tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik dan bermanfaat untuk rakyat banyak,” ungkap Dasco usai perayaan HUT partainya di Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa evaluasi kinerja akan menjadi pertimbangan utama, sebelum pembicaraan tentang format pasangan dimatangkan.
Analisis: Urgensi dan Dinamika Koalisi di Awal Masa Jabatan
Menguatnya pernyataan dukungan di tahun pertama pemerintahan ini memantik pertanyaan tentang urgensi dan timing-nya. Di tengah beragam persoalan mendesak yang dihadapi bangsa, isu suksesi politik 2029 sudah mulai mengemuka. Para pengamat memandang langkah ini sebagai bagian dari manuver politik untuk mengonsolidasi sekaligus menguji kekuatan di dalam koalisi pemerintah.
Pertanyaan kritis yang mengemuka adalah sejauh mana Prabowo dapat menentukan pilihan politiknya secara independen, terlepas dari bayangan besar dan warisan politik pendahulunya. Diskusi ini menyentuh inti dari dinamika suksesi kekuasaan dan pembentukan aliansi baru di pentas politik nasional.
Artikel Terkait
Tiga Naturalisasi Segera Perkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Israel Klaim Tewaskan Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran di Bandar Abbas
Elf Penuh Pemudik Terjun ke Jurang di Banyumas Usai Hindari Motor, 10 Orang Terluka
Dua Anak Harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung Mati Terinfeksi Virus Panleukopenia