PAN Konfirmasi Dukungan ke Prabowo untuk Pilpres 2029, Cawapres Masih Dibahas

- Senin, 09 Februari 2026 | 14:50 WIB
PAN Konfirmasi Dukungan ke Prabowo untuk Pilpres 2029, Cawapres Masih Dibahas

“Kita kasih ruang ke semua pihak untuk berkontribusi. Terkhusus bagi mas Gibran. Sebagai wapres, dia tentu punya beban moral untuk menyukseskan semua program pemerintah. Wajar jika dia tidak mau juga berkomentar soal pilpres,” jelas Saleh pada Senin (9/2/2026).

Prabowo Dinilai Akan Tentukan Langkah Setelah Evaluasi

Dari kubu Partai Gerindra, respons terhadap dukungan awal ini terukur. Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa keputusan akhir Prabowo untuk maju kembali akan sangat bergantung pada capaian pemerintahan periode pertama.

“Pak Prabowo itu pasti akan menentukan langkah setelah melihat dalam periode pertama, apakah pekerjaan dan tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik dan bermanfaat untuk rakyat banyak,” ungkap Dasco usai perayaan HUT partainya di Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa evaluasi kinerja akan menjadi pertimbangan utama, sebelum pembicaraan tentang format pasangan dimatangkan.

Analisis: Urgensi dan Dinamika Koalisi di Awal Masa Jabatan

Menguatnya pernyataan dukungan di tahun pertama pemerintahan ini memantik pertanyaan tentang urgensi dan timing-nya. Di tengah beragam persoalan mendesak yang dihadapi bangsa, isu suksesi politik 2029 sudah mulai mengemuka. Para pengamat memandang langkah ini sebagai bagian dari manuver politik untuk mengonsolidasi sekaligus menguji kekuatan di dalam koalisi pemerintah.

Pertanyaan kritis yang mengemuka adalah sejauh mana Prabowo dapat menentukan pilihan politiknya secara independen, terlepas dari bayangan besar dan warisan politik pendahulunya. Diskusi ini menyentuh inti dari dinamika suksesi kekuasaan dan pembentukan aliansi baru di pentas politik nasional.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar