MURIANETWORK.COM - Sebuah helikopter serbu milik Angkatan Darat Korea Selatan jatuh saat menjalani latihan penerbangan di Distrik Gapyeong, Senin (9/2/2026). Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.04 waktu setempat itu menewaskan kedua awak di dalamnya. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan.
Kronologi dan Lokasi Kejadian
Helikopter jenis AH-1S Cobra itu dilaporkan lepas landas untuk latihan pada pukul 09.45 pagi. Kurang dari satu setengah jam kemudian, pesawat tersebut jatuh di wilayah Gapyeong, sebuah daerah yang terletak sekitar 55 kilometer di timur laut Seoul. Lokasi kejadian relatif dekat dengan ibu kota, namun otoritas menyatakan insiden ini tidak menimbulkan kebakaran atau ledakan di sekitar lokasi.
Nasib Dua Awak Helikopter
Kedua personel militer yang berada di dalam helikopter berhasil dievakuasi dengan segera. Mereka dibawa ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis, mengalami luka-luka dan henti jantung. Sayangnya, upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa mereka. Keduanya dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di fasilitas kesehatan.
Militer Korea Selatan, dalam pernyataan resminya, mengonfirmasi kabar duka tersebut. "Dua awak yang ada di dalam helikopter itu dievakuasi ke rumah sakit terdekat dalam kondisi luka-luka dan mengalami henti jantung, sebelum kemudian dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit," jelas pihak militer seperti dikutip dari laporan media.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Fokus utama kini beralih pada penyelidikan untuk mengungkap akar masalahnya. Tim penyidik dari militer telah diterjunkan ke lokasi untuk memeriksa puing-puing dan mengumpulkan data. Meski berbagai spekulasi mungkin muncul, otoritas menekankan bahwa belum ada kesimpulan resmi terkait faktor penyebab kecelakaan ini. Proses investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan evaluasi keselamatan penerbangan militer ke depan.
Artikel Terkait
Hyundai Santa Fe XRT Resmi Dirilis, Harga Rp932,4 Juta di Jakarta
Polisi Klarifikasi Video Viral Karung di Jakarta: Isinya Biawak, Bukan Mayat
Menteri PANRB Tegaskan Reformasi Birokrasi Harus Berujung pada Pelayanan yang Responsif
Menkes Ingatkan Risiko Fatal Jika Terapi Pasien Gagal Ginjal dan Kanker Terputus