Jumlah Penerima yang Tidak Tepat Sasaran
Dari paparan yang disampaikan di hadapan para pimpinan DPR, terlihat besarnya gap antara yang seharusnya menerima dan yang tercatat menerima. Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi merepresentasikan jutaan keluarga yang hak dasarnya untuk mendapatkan perlindungan kesehatan belum terpenuhi.
“Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih, sementara desil 6 sampai 10 dan non-desil, mencapai 15 juta lebih, di mana yang lebih mampu terlindungi, yang lebih rentan justru menunggu,” tegasnya.
Fakta bahwa kelompok dengan kemampuan ekonomi lebih baik justru mendapatkan alokasi bantuan, sementara kelompok paling miskin masih antre, menunjukkan adanya celah serius dalam sistem pendataan dan verifikasi. Temuan ini menggarisbawahi urgensi untuk meninjau ulang dan memperketat kriteria serta mekanisme distribusi bantuan sosial pemerintah.
Artikel Terkait
Anggota DPR Usulkan WFH Diterapkan di Hari Rabu, Bukan Jumat
Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal Risiko Long Weekend dari WFH Hari Jumat
Bea Cukai Malang Dampingi Perusahaan Lokal Percepat Perizinan Cukai
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Volume Kendaraan Tembus Rekor