MURIANETWORK.COM - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) memproyeksikan lonjakan signifikan jumlah penumpang LRT Jakarta menyusul pengoperasian fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Perpanjangan jalur strategis yang ditargetkan beroperasi penuh Agustus 2026 ini diharapkan menjadi solusi mobilitas warga menuju pusat kota dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi.
Proyeksi Kenaikan Penumpang Hingga 20 Kali Lipat
Optimisme tersebut disampaikan langsung oleh Project Director LRT Jakarta PT Jakpro, Ramdani Akbar. Ia memaparkan perbandingan yang cukup tajam antara jumlah penumpang saat ini dengan proyeksi ke depan setelah rute baru berfungsi.
“Secara proyeksi dengan adanya penambahan rute ini, walaupun ini masih proyeksi, jadi nanti akan ada penaikan penumpang sampai 80.000 per hari secara bertahap. Saat ini LRT Jakarta fase 1A mengangkut sekitar 3.500 sampai 4.000 penumpang per hari,” ucap Ramdani di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Mengatasi Keterbatasan Rute Awal
Ramdani mengakui bahwa daya tarik LRT fase 1A masih terbatas. Rute sepanjang 5,8 kilometer dari Pegangsaan Dua ke Velodrome dinilai belum optimal karena tidak langsung terhubung dengan pusat aktivitas utama. Akibatnya, penumpang masih harus berganti moda transportasi di tengah perjalanan, sebuah hal yang kerap mengurangi minat masyarakat.
Kondisi itu yang hendak diubah dengan kehadiran fase 1B. Perpanjangan jalur hingga Stasiun Manggarai simpul transportasi vital di ibu kota bukan sekadar menambah panjang rel. Esensinya adalah menciptakan konektivitas yang lebih mulus dan mengurangi waktu tempuh.
“Harapannya dengan adanya perpanjangan ini, layanan LRT juga semakin meningkat, sehingga banyak masyarakat yang berminat untuk berpindah dari moda transportasi pribadi ke LRT ini,” jelasnya.
Dampak pada Mobilitas Perkotaan
Dengan bertambahnya panjang jalur operasi menjadi 12,2 kilometer, LRT Jakarta diharapkan dapat memangkas hambatan mobilitas. Selama ini, proses transit dan naik-turun antar moda menjadi salah satu keluhan pengguna angkutan umum.
Kehadiran rute terintegrasi ini diyakini akan memberikan alternatif yang lebih efisien. Ramdani menambahkan, manfaatnya tidak hanya dirasakan secara individual, tetapi juga bagi ekosistem transportasi kota secara keseluruhan.
“Harapannya, mobilitas di Jakarta ini lebih bebas hambatan dan masyarakat bisa lebih tepat waktu menuju pusat kota,” tambahnya.
Di lapangan, pengerjaan proyek fase 1B terus dikebut untuk memenuhi target operasi penuh pada Agustus 2026 mendatang. Pencapaian target ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat jaringan transportasi massal Jakarta yang terintegrasi.
Artikel Terkait
Anak Ketiga Tetapkan Tersangka Pembunuhan Ibu dan Dua Saudara di Warakas
Kapolda Metro Pimpin Kerja Bakti Serentak di Sunter, Tindak Lanjut Instruksi Presiden
Hendropriyono Dukung Penunjukan Tedjowulan sebagai Pengelola Keraton Surakarta
Badan Geologi Temukan Sinkhole Langka di Material Vulkanik Sumatra Barat