Solo Rayakan Imlek dengan Kirab Akulturasi Jawa-Tionghoa di Sudiro Prajan

- Minggu, 08 Februari 2026 | 00:15 WIB
Solo Rayakan Imlek dengan Kirab Akulturasi Jawa-Tionghoa di Sudiro Prajan

MURIANETWORK.COM - Kota Solo kembali menunjukkan wajah keberagaman yang harmonis melalui perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Perhelatan yang digelar di kawasan Sudiro Prajan, Jebres, ini tidak hanya menjadi momen bagi warga Tionghoa, tetapi telah menjelma menjadi simbol persatuan yang dirayakan bersama seluruh masyarakat. Nuansa akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa tampak begitu kental, mulai dari kirab budaya, busana, hingga makna filosofis di balik setiap ritual.

Heritage in Harmony: Kirab yang Mewujudkan Harmoni

Kemeriahan Imlek di Solo tahun ini diwarnai dengan kirab bertajuk "Heritage in Harmony". Kawasan Sudiro Prajan yang bersejarah itu ramai dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung perpaduan budaya yang unik. Acara dibuka dengan prosesi Umbul Mantram yang memukau, sebuah tradisi yang sarat makna.

Bagi warga setempat, Umbul Mantram bukan sekadar pembuka acara. Ritual ini dipahami sebagai doa dan harapan agar kehidupan bermasyarakatakat semakin rukun dan harmonis. Hal ini sangat relevan mengingat Sudiro Prajan telah lama menjadi contoh nyata pembauran etnis Tionghoa dan Jawa yang berlangsung damai sejak zaman kerajaan.

Busana hingga Sesaji: Akulturasi dalam Setiap Detail

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar