Kondisi ini tentu menyebabkan kelambatan perjalanan. Para pengendara yang melintas diharapkan untuk lebih berhati-hati dan mematuhi arahan petugas di lapangan, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih rentan.
Alat Berat Dikerahkan untuk Pembersihan
Upaya penanganan darurat segera dilakukan. Laporan kejadian baru diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) sekitar pukul 18.30 WIB, atau lebih dari satu jam setelah kejadian. Menanggapi situasi ini, pihak berwenang mengutamakan pengiriman alat berat ke lokasi untuk mempercepat proses pembersihan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan kronologi kejadian. "Akibat hujan deras yang terus-menerus, tebing di pinggir jalan provinsi mengalami longsor di dua titik sekitar pukul 17.00 WIB. Laporan baru masuk ke Pusdalops pada pukul 18.30 WIB," ujarnya.
Sadono menambahkan bahwa koordinasi untuk penanganan telah dilakukan. "Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat. Pihak Bina Marga sudah mengoordinasikan pengiriman alat berat ke lokasi untuk mempercepat pembersihan material," jelasnya.
Dengan dikerahkannya alat berat, diharapkan proses normalisasi jalan dapat berjalan lebih cepat. Namun, pembersihan tetap harus dilakukan dengan hati-hati, mengingat kondisi cuaca dan stabilitas tanah di sekitar lokasi bencana.
Artikel Terkait
Arief Catur Pamungkas Siap Perkuat Persebaya Lawan Persita Usai Pulih dari Cedera
Truk Pengangkut Telur Oleng, Tewaskan Pemilik Warung di Subang
TNI Bangun Ulang Jembatan Gumuzo di Nias Utara, Akses Vital Kembali Pulih
Energi Watch: Konversi ke Kompor dan Kendaraan Listrik Bisa Hemat Subsidi Ratusan Miliar